BeritaNasional

Cegah Truk Nyangkut, KAI Daop 7 Madiun Sempitkan Perlintasan Sebidang di Tulungagung

TULUNGAGUNG, WartaJenggolo.com – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun terus bergerak progresif dalam menjamin keselamatan perjalanan kereta api. Terbaru, KAI Daop 7 melakukan langkah tegas dengan melakukan normalisasi atau penyempitan jalur di Jalur Perlintasan Sebidang (JPL) No. 245, Dusun Manggisan, Desa Plosokandang, Tulungagung, Kamis (19/2).

​Langkah strategis ini diambil sebagai bentuk mitigasi risiko mengingat tingginya potensi kecelakaan yang melibatkan kendaraan besar di titik tersebut.

​Mitigasi Risiko Truk Terperosok di Tanjakan Ekstrem

​Manager Humas KAI Daop 7 Madiun, Tohari, mengungkapkan bahwa lokasi JPL 245 yang terletak di antara Stasiun Sumbergempol – Tulungagung (Km 154+5/6) memiliki kontur jalan dengan tanjakan yang cukup curam.

​”Banyaknya truk muatan berat yang melintas di jalur dengan tanjakan tinggi ini sangat berbahaya. Kami mengantisipasi kemungkinan truk terperosok atau tersangkut rel yang dapat memicu gangguan fatal pada perjalanan KA,” ujar Tohari.

​Dalam pelaksanaannya, KAI Daop 7 menggandeng Tim Pengamanan, Tim Resort JR 7.12 Tulungagung, serta Dinas Perhubungan Kabupaten Tulungagung. Lebar jalan yang semula sekitar 4 meter kini dipersempit menjadi 2,3 meter.

​Pematokan Rel dan Larangan Truk Melintas

​Untuk memastikan penyempitan ini efektif, petugas melakukan pematokan di sisi jalan menggunakan material rel permanen. Selain itu, rambu larangan melintas bagi kendaraan jenis truk juga telah dipasang dengan jelas di area tersebut.

​Data menunjukkan urgensi keselamatan di jalur KA masih menjadi prioritas utama:

  • Tahun 2025: Tercatat 24 kejadian temperan (kecelakaan) di wilayah Daop 7 Madiun.
  • Awal Tahun 2026: Hingga Februari, sudah tercatat 4 kejadian temperan.

“Langkah ini bukan sekadar upaya teknis, melainkan mandat Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian, khususnya Pasal 94 Ayat 1 yang mewajibkan penutupan perlintasan tanpa izin demi keselamatan,” tegas Tohari.​

Persiapan Angkutan Lebaran 2026

Langkah normalisasi ini juga dilakukan sebagai persiapan menyambut masa Angkutan Lebaran 2026. Menjelang arus mudik, frekuensi perjalanan kereta api dipastikan akan meningkat tajam, yang mengakibatkan jeda waktu antar kereta (headway) semakin singkat.​

KAI Daop 7 Madiun mengimbau dengan keras agar masyarakat tidak membuka akses jalan atau perlintasan ilegal baru. Penutupan dan penyempitan ini diharapkan menjadi sarana edukasi bagi warga akan bahaya beraktivitas di sekitar rel aktif.

​“Keselamatan perjalanan kereta api dan masyarakat adalah tanggung jawab bersama. Kami mengajak masyarakat untuk selalu disiplin dan hanya menggunakan perlintasan resmi yang telah dilengkapi rambu serta sistem pengamanan standar,” pungkasnya.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button