
KEDIRI, WartaJenggolo.com – Polres Kediri mencatat lonjakan signifikan dalam pelaksanaan Operasi (Ops) Keselamatan Semeru 2026. Hingga hari ke-14, pendekatan preventif dan edukasi menjadi ujung tombak kepolisian dalam menekan angka pelanggaran lalu lintas di wilayah hukum Kediri.
Kasat Lantas Polres Kediri, AKP Mega Satriatama, mengungkapkan bahwa masifnya kegiatan tahun ini bertujuan untuk membangun kesadaran kolektif masyarakat agar lebih tertib berkendara.
Lonjakan Drastis Kegiatan Preventif
Perbandingan data antara tahun 2025 dan 2026 menunjukkan angka yang kontras. Jika pada Ops Keselamatan Semeru 2025 hanya tercatat 10 kegiatan preventif, pada tahun 2026 ini angka tersebut melesat tajam hingga 5.088 kegiatan.
”Tahun ini kami memang memperbanyak kegiatan preventif. Tujuannya jelas, yakni meningkatkan kesadaran masyarakat agar tertib berlalu lintas bukan karena takut petugas, tapi demi keselamatan bersama,” ujar AKP Mega pada Kamis (19/2/2026).
Rincian dari 5.088 kegiatan preventif tersebut meliputi:
- Sasaran Orang: 2.940 kegiatan (penyuluhan dan sosialisasi).
- Sasaran Kendaraan: 443 kegiatan (pemeriksaan kelayakan).
- Jalan dan Lingkungan: 1.705 kegiatan (pemetaan titik rawan).
Strategi Edukasi: Dari Sekolah hingga Komunitas
Polres Kediri tidak hanya berdiam diri di jalan raya. Berbagai program jemput bola dilakukan untuk menyentuh seluruh lapisan elemen masyarakat. Beberapa agenda unggulan dalam operasi tahun ini meliputi:
- Police Goes to School: Sosialisasi di sekolah dan kampus.
- Kampanye Keselamatan: Edukasi safety riding dan safety driving di perkantoran dan terminal.
- Pembinaan Komunitas: Merangkul komunitas motor serta sopir angkutan umum.
- Penyebaran Informasi: Distribusi brosur, leaflet, stiker, serta pemetaan daerah rawan kecelakaan (blackspot).







