
KEDIRI, WartaJenggolo.com – Kepemimpinan wasit Yudi Nurcahya menjadi buah bibir usai laga sengit antara Persik Kediri melawan Bhayangkara Presisi Lampung FC dalam lanjutan Super League 2025/2026, Jumat (20/2/2026) malam. Pelatih Persik, Marcos Reina Torres, secara terbuka melontarkan kritik keras terkait beberapa keputusan pengadil lapangan yang dinilai merugikan timnya, termasuk absennya kartu kuning kedua untuk Wahyu Subo Seto serta insiden kartu merah yang luput di babak pertama saat gol Kiko tercipta.
”Seseorang harus menjelaskan kenapa wasit tidak memberikan kartu kuning kedua kepada Wahyu Subo Seto. Saya tidak paham, seseorang harus menjelaskan juga kemungkinan kartu merah di babak pertama,” tegas Marcos Reina dengan nada kecewa usai pertandingan di Stadion Brawijaya.
Drama 7 Gol: Macan Putih Gagal Amankan Poin
Meski diwarnai kontroversi wasit, pertandingan sendiri berjalan sangat atraktif dengan drama tujuh gol. Persik Kediri harus mengakui keunggulan tim tamu dengan skor tipis 3-4. Tiga gol balasan dari skuad Macan Putih masing-masing dicetak oleh Kiko (33’), Jose Enrique (51’), dan Ernesto Gomez (64’).
Marcos Reina mengapresiasi karakter kuat yang ditunjukkan anak asuhnya. Pelatih asal Spanyol itu memuji keberanian pemain dalam menyerang dan menguasai jalannya laga, meski ia mengakui lini pertahanan masih menjadi titik lemah yang harus segera dibenahi.
Pesan Tegas untuk Kemajuan Sepak Bola Indonesia
Bagi Marcos, peningkatan kualitas perangkat pertandingan adalah kunci utama jika sepak bola Indonesia ingin maju. Ia menilai kerja keras tim di lapangan bisa sirna seketika akibat keputusan-keputusan yang tidak tepat.
”Jika Indonesia ingin berkembang, ini (keputusan wasit yang meragukan) tidak bisa terjadi saat sebuah tim melakukan banyak hal untuk bisa menang,” ujarnya.
Manajemen Persik Pilih Fokus Evaluasi Internal
Manajer Tim Persik Kediri, M. Syahid Nur Ichsan, mengakui kekalahan di kandang ini merupakan pukulan bagi tim. Namun, pihak manajemen memilih untuk tetap bijak dengan memprioritaskan perbaikan ke dalam.
“Kehilangan poin di kandang jelas mengecewakan, tetapi publik juga bisa menilai bagaimana jalannya pertandingan. Kami berharap ada peningkatan kualitas dari semua aspek agar fondasi sepak bola nasional semakin kuat,” tutur Syahid.
Kekalahan ini menjadi catatan penting bagi Persik Kediri untuk segera melakukan evaluasi teknis, terutama dalam menjaga kedalaman pertahanan, demi menghadapi laga-laga krusial berikutnya di Super League 2025/2026.







