Berita

Setahun Periode Kedua: Mas Dhito Bawa Layanan Adminduk Masuk ke 326 Desa

​Kediri, WartaJenggolo.com – Tahun pertama di periode kedua kepemimpinan Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, atau yang akrab disapa Mas Dhito, tidaklah berjalan mulus. Berbagai tantangan berat menghantam, mulai dari guncangan fiskal hingga stabilitas keamanan. Namun, di balik awan mendung tersebut, Kabupaten Kediri justru mencatatkan lompatan besar dalam transformasi pelayanan publik.

Ujian Berat: Efisiensi Rp265 Miliar dan Tragedi Agustus

​Mengawali masa jabatan keduanya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kediri langsung dihadapkan pada realitas pahit penyesuaian anggaran dari Pemerintah Pusat. Tak tanggung-tanggung, efisiensi anggaran mencapai Rp265 miliar, sebuah angka yang memaksa pemerintah daerah memutar otak agar program prioritas tetap berjalan di tengah keterbatasan fiskal.

​Belum usai persoalan anggaran, ujian sosial melanda. Pada 30 Agustus 2025, kerusuhan massa pecah dan merusak sejumlah fasilitas publik, termasuk kantor pemerintahan. Meski sempat terguncang, Mas Dhito bergerak cepat. Proses normalisasi layanan dilakukan dalam waktu singkat agar urusan administratif warga tidak terhenti.

MPP: Simbol Kebangkitan Pasca-Insiden

​Bukti nyata ketangguhan Pemkab Kediri ditunjukkan dengan peresmian Mal Pelayanan Publik (MPP) hanya berselang sebulan setelah kerusuhan Agustus. Kehadiran MPP menjadi jawaban atas keraguan publik terhadap stabilitas daerah.

​Sejak diresmikan hingga Januari 2026, MPP telah melayani lebih dari 11.360 kunjungan. Dengan rata-rata 100–130 pengunjung per hari, pusat layanan terpadu ini sukses menjadi oase bagi masyarakat yang mendambakan kecepatan dan transparansi.

​“Meski di tengah efisiensi, MPP harus tetap jalan. Ini salah satu bentuk konsistensi Pemkab dalam melayani masyarakat,” tegas Mas Dhito.

Revolusi Adminduk Melalui Program ‘Sahaja Suka’

​Selain MPP, terobosan paling dirasakan manfaatnya oleh warga adalah program Satu Hari Jadi Masuk Desa (Sahaja Suka). Jika dulu warga harus menempuh jarak jauh ke kantor kecamatan atau Dinas Dukcapil, kini layanan administrasi kependudukan (Adminduk) sudah hadir di 326 desa (95% dari total desa di Kabupaten Kediri).

​Hingga saat ini, program Sahaja Suka telah sukses menerbitkan 9.501 dokumen, yang meliputi:

  • 4.942 Kartu Keluarga (KK)
  • 1.144 Akta Kelahiran
  • 1.144 Kartu Identitas Anak (KIA)
  • 2.271 Akta Kematian

​Layanan ini mencakup paket lengkap, mulai dari pecah KK, update data, hingga perubahan dokumen ke sistem barcode atau TTE (Tanda Tangan Elektronik).

Komitmen Digitalisasi di Tahun Kedua

​Memasuki tahun kedua kepemimpinannya, Mas Dhito menegaskan tidak akan mengendurkan standar pelayanan. Fokus utama ke depan adalah penguatan sistem berbasis desa dan akselerasi digitalisasi.

​“Keberhasilan pemerintah diukur bagaimana masyarakat mendapatkan kemudahan dari layanan-layanan yang diberikan,“ pungkasnya dengan optimis.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button