SMPN 2 Pare Kediri Terbakar, Aset Rp500 Juta Berhasil Diselamatkan dari Amukan Jago Merah

KEDIRI, WartaJenggolo.com – Kepulan asap mengejutkan warga di sekitar SMPN 2 Pare, Kabupaten Kediri pada Minggu (22/2/2026) sore. Sebuah insiden kebakaran melanda bagian resplang di lantai dua gedung sekolah tersebut, yang diduga kuat dipicu oleh korsleting listrik.
Berkat respons cepat tim pemadam kebakaran, fasilitas pendidikan ini berhasil diselamatkan dari kerusakan yang lebih parah. Berikut adalah kronologi dan detail kejadiannya.
Kronologi Kejadian: Api Muncul Saat Sore Hari
Peristiwa bermula sekitar pukul 16.41 WIB. Api pertama kali diketahui oleh petugas keamanan sekolah yang tengah beraktivitas membersihkan halaman belakang. Pandangannya tak sengaja menangkap kobaran api yang mulai merambat di bagian resplang (lisplang) lantai dua bangunan kelas.
Melihat situasi tersebut, warga bernama Arif Budiartoyo segera melaporkan kejadian ke pihak berwenang. Laporan diterima dengan sigap oleh Satpol PP dan Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Kediri.
Gerak Cepat Damkar Pos Pare
Pelaksana Tugas (Plt.) Kasatpol PP Kabupaten Kediri, Kaleb Untung Satrio Wicaksono, menjelaskan bahwa personelnya bergerak sangat cepat setelah menerima laporan.
- Pukul 16.45 WIB: Tim Damkar Pos Pare berangkat menuju lokasi.
- Pukul 16.48 WIB: Armada tiba di SMPN 2 Pare (hanya dalam waktu 3 menit).
- Pukul 17.45 WIB: Api dinyatakan padam sepenuhnya setelah penanganan intensif selama satu jam.
”Kami menerjunkan dua unit armada dengan enam personel. Selain itu, satu unit kendaraan operasional PLN beserta dua petugas juga hadir di lokasi untuk memastikan keamanan arus listrik,” ujar Kaleb.
Penyebab dan Total Kerugian
Berdasarkan hasil investigasi awal di lapangan, sumber api diduga berasal dari hubungan pendek arus listrik atau korsleting.
“Dugaan sementara akibat korsleting kabel listrik yang menempel pada bagian resplang gedung,” jelas Kaleb.
Meski sempat memicu kepanikan, untungnya tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam insiden ini. Secara materiil, kerugian ditaksir hanya sekitar Rp1 juta. Namun, yang paling krusial adalah keberhasilan petugas menyelamatkan aset bangunan senilai kurang lebih Rp500 juta.
Imbauan Penting bagi Pengelola SekolahMenutup keterangannya, Kaleb mengimbau kepada seluruh pihak sekolah dan masyarakat luas untuk tidak meremehkan perawatan instalasi listrik.
“Kami mengingatkan pentingnya pengecekan instalasi listrik secara berkala, terutama pada bangunan bertingkat dan fasilitas umum, guna mencegah potensi bahaya kebakaran di masa depan,” pungkasnya.







