Hujan Deras dan Angin Kencang di Puncu Kediri: Pohon Tumbang Timpa Rumah Warga, Kerugian Capai Puluhan Juta

Kediri, WartaJenggolo.com – Cuaca ekstrem kembali memicu insiden di wilayah Kabupaten Kediri. Sebuah pohon besar tumbang dan menimpa dua rumah warga di Jalan Diponegoro, Dusun Templek, Desa Gadungan, Kecamatan Puncu pada Rabu malam (4/3/2026). Peristiwa ini mengakibatkan kerusakan bangunan yang cukup serius dengan total kerugian materiil ditaksir mencapai Rp80 juta.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kediri, Stefanus Joko Sukrisno, memimpin langsung proses evakuasi di lokasi kejadian untuk memastikan keselamatan warga dan percepatan pembersihan material.
Kronologi dan Dampak Kerusakan
Berdasarkan laporan di lapangan, insiden terjadi saat wilayah tersebut diguyur hujan. Batang pohon yang besar tidak mampu menahan beban dan angin, sehingga roboh tepat mengenai atap rumah milik dua orang warga.
Identitas pemilik rumah yang terdampak adalah:
- Bapak Diono (58 Th): Mengalami kerusakan berat dengan taksiran kerugian mencapai Rp50 juta.
- Ibu Fitri (55 Th): Mengalami kerusakan bagian atap dengan taksiran kerugian sekitar Rp30 juta.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, namun pemilik rumah mengalami syok dan kerugian materiil yang signifikan.
Sinergi Evakuasi Lintas Sektor
Merespons cepat laporan warga, tim gabungan langsung diterjunkan ke lokasi pada pukul 18.30 WIB. Proses evakuasi melibatkan berbagai unsur untuk mempercepat pemotongan batang pohon yang menutupi akses dan menimpa bangunan.
Adapun pihak-pihak yang terlibat dalam aksi kemanusiaan ini antara lain:
- BPBD Kabupaten Kediri: Dipimpin langsung oleh Kalaksa Bapak Stefanus Joko Sukrisno beserta 10 personel.
- TNI: Babinsa Desa Gadungan, Sertu Brahma.
- Polri: 4 personel Polsek Puncu yang dipimpin oleh Aiptu Fery.
- Pemerintah Desa: Kepala Dusun Templek, Bapak Asik.
- Relawan: Warga sekitar yang bahu-membahu membersihkan puing-puing.
Proses Evakuasi Masih Berlangsung
Hingga berita ini diturunkan, tim gabungan masih berada di lokasi untuk melakukan pemotongan dahan dan pembersihan sisa-sisa reruntuhan.
”Kegiatan evakuasi dimulai sejak pukul 18.30 WIB dan saat ini masih terus kami laksanakan. Kondisi di lapangan terpantau aman dan lancar meski proses pemotongan pohon membutuhkan ketelitian agar tidak menambah kerusakan pada bangunan,” ujar Joko.
Masyarakat dihimbau untuk tetap waspada terhadap potensi pohon tumbang, terutama saat memasuki cuaca ekstrem dan angin kencang di wilayah lereng Gunung Kelud dan sekitarnya. (ang)







