BeritaKuliner

Jelang Lebaran Ketupat, Permintaan Janur di Pasar Pahing Kediri Melonjak Tajam

Kediri, WartaJenggolo.com – Tradisi Lebaran Ketupat atau Bakda Kupat yang jatuh sepekan setelah Idulfitri membawa berkah tersendiri bagi para pedagang musiman. Di Pasar Pahing Kota Kediri, permintaan janur kuning dan selongsong ketupat mulai meroket tajam sejak H+1 Lebaran.

​Peningkatan volume pembeli ini diprediksi akan mencapai puncaknya dalam satu hingga dua hari ke depan, seiring dengan persiapan warga menyambut puncak perayaan tradisi turun-temurun tersebut.

Puncak Penjualan Diprediksi Besok

​Salah satu pedagang janur di Pasar Pahing, Rubini, mengungkapkan bahwa geliat pembeli sudah mulai terasa sejak pagi hari. Jika pada hari biasa ia hanya mampu menjual sedikit, kini ratusan selongsong ketupat ludes setiap harinya.

​”Sekarang sudah mulai ramai, kemungkinan puncaknya besok atau lusa,” ujar Rubini saat ditemui di lapaknya, Kamis (26/3/2026).

​Dalam kondisi normal, penjualan selongsong ketupat hanya berkisar di angka 10 biji per hari. Namun, mendekati Lebaran Ketupat, Rubini mampu menjual rata-rata 100 biji selongsong ketupat dan janur mentah. Angka ini diprediksi akan melonjak hingga 160 selongsong per hari saat memasuki puncak permintaan.

Pasokan dari Luar Kota dan Update Harga

​Tingginya antusiasme warga sayangnya tidak dibarengi dengan melimpahnya stok. Rubini menyebutkan bahwa harga janur mentah merangkak naik karena pasokan yang terbatas. Untuk memenuhi kebutuhan pasar Kediri, janur-janur tersebut didatangkan dari wilayah Malang dan Trenggalek melalui pihak tengkulak.

​Berikut adalah rincian harga yang berlaku di Pasar Pahing saat ini:

  • Selongsong Ketupat: Rp10.000 per 10 biji (Rp1.000/biji).
  • Ketupat Matang (Kecil): Rp30.000 per 10 biji.
  • Ketupat Matang (Besar): Rp40.000 per 10 biji.
  • Lepet Jadi: Rp3.000 per biji.

​Meski omzet meningkat, Rubini mengaku persaingan antarpedagang di kawasan pasar cukup sengit. Dengan banyaknya penjual dadakan, rata-rata pendapatan harian pedagang saat ini berada di kisaran Rp150.000.

Warga Pilih Cara Praktis: Lebih Cepat, Tak Perlu Repot

​Fenomena menarik terlihat dari perilaku konsumen. Banyak warga yang kini enggan menganyam janur sendiri dan lebih memilih membeli selongsong siap pakai.

​Utin, salah satu pembeli asal Kediri, mengaku lebih suka membeli selongsong jadi karena alasan efisiensi waktu. Menurutnya, selisih harga antara janur mentah (sekitar Rp800/biji) dengan selongsong siap isi (Rp1.000/biji) sangat tipis.

​“Kalau bikin sendiri itu repot, lebih cepat beli (selongsong) saja,” ungkap Utin.

​Kendati memilih cara praktis dalam hal bungkus, Utin tetap berkomitmen untuk memasak ketupatnya sendiri di rumah. Menurutnya, ketupat buatan sendiri memiliki cita rasa yang lebih mantap dan kebersihan yang lebih terjamin dibandingkan membeli ketupat yang sudah matang di pasar.

​Geliat ekonomi di Pasar Pahing ini menjadi potret nyata bagaimana tradisi Lebaran Ketupat tetap hidup dan menjadi penggerak ekonomi kerakyatan bagi warga Kota Kediri. (ang)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button