BeritaNasional

Tutup Posko Lebaran Hari ke-18, KAI Daop 7 Madiun Catat Rekor 215 Ribu Penumpang Naik 8 Persen

Madiun, WartaJenggolo.com – PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop) 7 Madiun resmi menutup operasional Posko Terpadu Angkutan Lebaran 1447 H/2026 pada Senin (30/3/2026). Setelah berjalan intensif selama 18 hari sejak 11 Maret 2026, posko ini mencatatkan kinerja gemilang dengan total layanan penumpang yang melampaui target tahun sebelumnya.

Meski posko fisik telah ditutup, masa Angkutan Lebaran 2026 secara keseluruhan masih berlanjut hingga 1 April 2026 mendatang. Namun, evaluasi sementara hingga hari ke-18 menunjukkan antusiasme masyarakat terhadap moda transportasi kereta api semakin meningkat tajam.

Lonjakan Signifikan: Naik 8% Dibanding Tahun Lalu

Berdasarkan data akumulasi dari 11 hingga 30 Maret 2026, KAI Daop 7 Madiun telah melayani total 215.899 pelanggan naik (keberangkatan), atau rata-rata sebanyak 10.795 penumpang per hari. Angka ini mencatatkan pertumbuhan positif sebesar 8% dibandingkan periode yang sama pada Angkutan Lebaran 2025 yang tercatat sebanyak 200.727 pelanggan.

Tidak hanya dari sisi keberangkatan, arus kedatangan penumpang juga mengalami peningkatan. Tercatat sebanyak 238.367 pelanggan tiba di wilayah Daop 7 Madiun, atau naik 6% dibandingkan tahun lalu yang berjumlah 225.846 pelanggan. Kenaikan ini mencerminkan tingginya mobilitas warga untuk mudik dan kembali ke daerah asal di wilayah Jawa Timur bagian tengah dan timur.

Manager Humas PT KAI Daop 7 Madiun, Tohari, mengungkapkan rasa syukur atas kepercayaan masyarakat. “Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pelanggan yang telah memilih kereta api sebagai moda transportasi utama selama masa Angkutan Lebaran 2026. Apresiasi setinggi-tingginya juga kami sampaikan kepada seluruh stakeholder yang terlibat aktif, sehingga arus mudik dan balik berjalan selamat, aman, lancar, dan terkendali,” ujar Tohari dalam keterangannya, Senin (30/3/2026).

Puncak Arus Mudik Terjadi di H+2 Lebaran

Tohari merinci bahwa puncak volume tertinggi terjadi pada H+2 Lebaran, tepatnya Selasa (24/3/2026). Pada hari tersebut, tercatat sebanyak 17.758 pelanggan diberangkatkan dari 13 stasiun naik-turun di wilayah Daop 7 Madiun. Angka ini menjadi rekor harian tertinggi sepanjang periode angkutan Lebaran tahun ini, mengalahkan rekor pada hari-hari sebelumnya.

Fenomena ini menunjukkan pola perjalanan masyarakat yang cenderung melakukan mudik sedikit lebih awal atau memanfaatkan hari kedua Idul Fitri untuk kembali bepergian, didorong oleh jadwal cuti bersama dan efisiensi waktu tempuh kereta api.

Inovasi Layanan: Dari Face Recognition hingga Takjil Gratis

Guna mewujudkan slogan “Mudik Nyaman Bersama”, KAI Daop 7 Madiun menghadirkan berbagai terobosan layanan selama periode sibuk ini. Beberapa inovasi kunci yang diterapkan antara lain:

Penambahan Frekuensi KA: Dioperasikannya Kereta Api (KA) Brantas Tambahan untuk mengakomodasi lonjakan permintaan.

Teknologi Biometrik: Penerapan fasilitas face recognition di Stasiun Madiun untuk mempercepat proses boarding tanpa perlu menunjukkan tiket fisik berulang kali.

Fasilitas Hidrasi: Penyediaan water dispenser gratis di stasiun-stasiun besar seperti Madiun, Kertosono, Jombang, Kediri, dan Tulungagung.

Selain aspek operasional, KAI juga memperkuat aspek sosial dan kedekatan dengan pelanggan melalui program loyalitas (loyalty programme) bekerja sama dengan KAI Services. Selama sepuluh hari terakhir Ramadan (11-20 Maret 2026), sebanyak 700 paket takjil gratis dibagikan di Stasiun Madiun.

Tak ketinggalan, pemberian goody bag berisi suvenir khas KAI seperti bantal leher, payung, dan sajadah turut memeriahkan suasana. Khusus bagi penumpang anak-anak, disediakan hadiah edukatif berupa puzzle, krayon, dan buku mewarnai untuk menemani perjalanan mereka.

Imbauan Bagi Pemudik yang Masih Berlibur

Menutup laporannya, Tohari mengingatkan bahwa meskipun posko telah ditutup, masa Angkutan Lebaran masih berlangsung hingga 1 April 2026. Ia mengimbau masyarakat yang masih menikmati liburan atau hendak melakukan perjalanan pulang untuk tetap merencanakan rute dengan baik.

“Walaupun Posko Angkutan Lebaran 2026 berakhir, namun masa Angkutan Lebaran masih berlangsung hingga 1 April mendatang. Kami mengimbau masyarakat untuk memesan tiket KA melalui aplikasi resmi Access by KAI atau kanal eksternal mitra KAI lainnya guna memastikan ketersediaan kursi dan kelancaran perjalanan,” pungkas Tohari.

Dengan ditutupnya posko ini, KAI Daop 7 Madiun berkomitmen untuk tetap menjaga standar pelayanan prima, keselamatan, dan kenyamanan bagi seluruh pelanggan kereta api di wilayah Jawa Timur. (ang)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button