Atasi Fenomena ‘Mager’, Pemkab Kediri Dorong Pramuka Jadi Solusi Tantangan Sosial Generasi Muda

SURABAYA, Wartajenggolo.com – Wakil Bupati Kediri, Dewi Mariya Ulfa, menekankan pentingnya peran Gerakan Pramuka dalam membentuk karakter generasi masa kini. Menurutnya, pendidikan Pramuka bukan sekadar ekstrakurikuler wajib, melainkan jawaban atas tantangan sosial seperti fenomena “mager” (malas gerak) dan sikap antisosial di kalangan remaja.
Hal ini disampaikan Mbak Dewi—sapaan akrab Wakil Bupati—saat menghadiri pelantikan Pengurus Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Jawa Timur masa bakti 2025-2030 di Gedung Grahadi, Surabaya, Rabu (11/2/2026).
Melawan Tren Antisosial dengan Aktivitas Positif
Di tengah gempuran teknologi dan arus informasi, Mbak Dewi menyoroti munculnya kecenderungan generasi muda yang kurang aktif secara fisik. Pramuka hadir sebagai penyeimbang agar anak-anak kembali berinteraksi dengan lingkungan nyata.
“Dengan Pramuka, banyak anak-anak yang menjadi lebih aktif bergerak dan memiliki kepedulian sosial yang tinggi,” ujar Mbak Dewi didampingi Ketua Kwarcab Pramuka Kabupaten Kediri, Eriani Annisa Hanindhito (Kak Cicha).
Ia menambahkan bahwa Pramuka melatih mentalitas tangguh yang sangat dibutuhkan untuk menghadapi kompleksitas zaman sekarang.
Prestasi Pramuka Jatim: Respons Cepat Kemanusiaan
Apresiasi tinggi juga diberikan kepada kiprah Pramuka di Jawa Timur. Mbak Dewi menyebutkan bahwa prestasi Pramuka Jatim telah diakui secara nasional, termasuk oleh Ketua Kwarnas, Komjen Pol (Purn) Budi Waseso.
Salah satu bukti nyata adalah kecepatan tim Pramuka Jatim dalam membantu korban bencana alam di berbagai wilayah, seperti di Sumatera dan Aceh.
“Dengan kepengurusan yang baru, kita berharap prestasi ini dapat dipertahankan dan ditingkatkan, terutama dalam aksi-aksi sosial di Jawa Timur,” ungkapnya.
Kolaborasi Orang Tua dan Metode Belajar yang Menyenangkan
Senada dengan Wabup, Kak Cicha selaku Ketua Kwarcab Kediri menekankan bahwa status Pramuka sebagai ekskul wajib telah meningkatkan gairah kegiatan kepanduan di sekolah-sekolah. Namun, ia mengingatkan agar metode pembelajaran tetap adaptif.
- Pesan untuk Orang Tua: Dukungan penuh dari orang tua sangat diperlukan agar anak-anak antusias mengikuti kegiatan di sekolah.
- Metode Pembelajaran: Pramuka harus dikemas secara kreatif dan menyenangkan agar tidak membosankan bagi siswa.
“Mari kita jadikan Pramuka sebagai tempat belajar yang menyenangkan. Dengan kerjasama semua pihak, tantangan generasi muda pasti bisa kita atasi bersama,” pungkas Kak Cicha.







