Wedang Herbal Kayu Putih dari Kediri, Racikan Sederhana Beraroma Istimewa

Kediri, WartaJenggolo.com – Di tengah sejuknya udara lereng Gunung Wilis, sebuah inovasi sederhana namun penuh makna lahir dari Dusun Sumber Bahagia, Desa Gadungan, Kecamatan Puncu, Kabupaten Kediri, Rabu (25/2/2026).
Adalah Sukaji, warga setempat, yang berhasil menyulap limbah daun kayu putih menjadi wedang herbal yang menyegarkan sekaligus menghangatkan tubuh. Minuman ini bukan sekadar racikan tradisional, tetapi juga bentuk kepedulian terhadap lingkungan dan pemanfaatan potensi desa.
Berawal dari Limbah Perhutani
Ide tersebut muncul saat Sukaji melihat banyaknya daun kayu putih yang terbuang sia-sia dari area Perhutani wilayah Jatirejo. Daun-daun yang sebelumnya dianggap tidak bernilai itu, di tangannya berubah menjadi minuman beraroma khas.
“Saya membuat inovasi kayu putih dijadikan minuman. Khasiatnya untuk menyegarkan dan menghangatkan tubuh. Ini berasal dari Dusun Sumber Bahagia, memanfaatkan limbah Perhutani Jatirejo,” ujar Sukaji saat ditemui.
Bagi Sukaji, inovasi ini bukan hanya soal rasa, tetapi juga tentang memberi nilai tambah pada sesuatu yang sebelumnya terabaikan.
Racikan Sederhana, Aroma Istimewa
Dalam satu gelas wedang kayu putih, Sukaji menggunakan sekitar lima lembar daun kayu putih muda yang masih segar. Daun tersebut kemudian dipadukan dengan daun lemon untuk memperkaya aroma alami.
“Kalau dibuat satu gelas sekitar lima lembar daun, ditambah daun lemon. Rasanya enak dan segar. Masyarakat yang mencoba bilang rasanya berbeda dan menghangatkan,” katanya.
Proses pembuatannya pun sederhana. Daun kayu putih dan daun lemon dimasukkan ke dalam gelas, disiram air panas, lalu ditutup agar uap dan aroma tetap terjaga. Minuman bisa disaring atau langsung diminum bersama daun untuk sensasi aroma yang lebih kuat.
Butuh Kesabaran Enam Bulan
Tidak semua daun kayu putih bisa digunakan. Sukaji menuturkan, daun harus menunggu sekitar enam bulan hingga cukup muda dan siap dipanen.
“Dari kecil sampai bisa dipakai kurang lebih enam bulan. Harus daun yang masih muda dan segar supaya rasanya enak,” jelasnya.
Ketelatenan inilah yang membuat kualitas wedang kayu putih tetap terjaga.
Mulai Dikenal Warga, Berpeluang Jadi Minuman Khas
Dalam dua tahun terakhir, wedang kayu putih buatan Sukaji mulai dikenal masyarakat sekitar. Minuman ini kerap disajikan sebagai penghangat tubuh, terutama saat udara dingin menyelimuti kawasan lereng Gunung Wilis.
Beberapa warga mengaku merasakan sensasi hangat yang berbeda dibanding wedang jahe atau minuman herbal lain. Aroma kayu putih yang lembut memberi pengalaman baru bagi penikmatnya.
Sukaji berharap inovasi ini dapat terus berkembang dan menjadi identitas baru bagi Dusun Sumber Bahagia. Ia membuka peluang produksi lebih luas, bahkan tidak menutup kemungkinan wedang kayu putih menjadi minuman khas desa yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi.
“Harapannya bisa dikembangkan lagi. Siapa tahu nanti bisa jadi minuman khas desa,” pungkasnya. (ang)







