BeritaNasional

Truk Seruduk Truk di Perlintasan Saradan: 5 Perjalanan KA Terhambat, KAI Daop 7 Madiun Ingatkan Disiplin Jalan

Madiun, WartaJenggolo.com – Insiden kecelakaan lalu lintas kembali terjadi di perlintasan sebidang wilayah Daop 7 Madiun. Sebuah kecelakaan beruntun yang melibatkan dump truk dan truk tronton mengakibatkan perjalanan lima kereta api (KA) mengalami keterlambatan signifikan hingga ratusan menit pada Rabu (25/2/2026).

​Kronologi Kecelakaan di JPL 105 Saradan–Bagor

​Peristiwa ini terjadi tepatnya di perlintasan sebidang JPL 105, Km 128+630, petak jalan antara Stasiun Saradan dan Stasiun Bagor sekitar pukul 03.07 WIB. Kecelakaan bermula saat petugas perlintasan sedang menutup palang pintu untuk mengamankan perjalanan KA 246B Majapahit.

​Manager Humas KAI Daop 7 Madiun, Tohari, menjelaskan bahwa sebuah dump truk yang sudah berhenti tertib di depan perlintasan justru diseruduk oleh truk tronton dari arah belakang. Benturan keras tersebut mendorong kedua kendaraan masuk ke area rel dan menghalangi jalur kereta api.

​“KAI sangat menyayangkan terjadinya kecelakaan ini. Perlintasan sebidang adalah titik rawan yang membutuhkan kewaspadaan tinggi. Kedisiplinan pengguna jalan sangat krusial di sini,” ujar Tohari dalam keterangan resminya.

​Dampak Operasional: 5 Kereta Mengalami Keterlambatan

​Akibat posisi kendaraan yang menghalangi rel, perjalanan KA Majapahit terpaksa dihentikan sementara di Km 129+8. Proses evakuasi yang dilakukan petugas gabungan memakan waktu beberapa jam sebelum jalur benar-benar steril.

​Berdasarkan data KAI Daop 7 Madiun, terdapat 5 kereta api yang terdampak dengan total keterlambatan mencapai 428 menit. Berikut daftar kereta yang mengalami gangguan:

  1. KA Majapahit
  2. KA Malabar
  3. KA Gajayana
  4. KA Jayakarta
  5. KA Mutiara Selatan

​Jalur hilir baru bisa dilalui pada pukul 04.10 WIB, sementara jalur hulu baru dinyatakan normal setelah proses evakuasi dump truk selesai pada pukul 05.42 WIB.

​Kerusakan Fasilitas dan Permohonan Maaf KAI

​Selain menghambat jadwal perjalanan, kecelakaan ini juga menyebabkan kerusakan pada fasilitas palang pintu perlintasan. Saat ini, tim teknis KAI tengah melakukan perbaikan intensif agar sistem keselamatan di JPL 105 dapat berfungsi normal kembali.

​Pihak KAI Daop 7 Madiun secara resmi menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami oleh para penumpang.

​“Kami memohon maaf atas keterlambatan yang terjadi. KAI terus berkomitmen meningkatkan keselamatan perjalanan dan meminimalkan dampak gangguan operasional,” tambah Tohari.

​Imbauan Keselamatan: Kereta Api Prioritas Utama

​Menutup pernyataannya, KAI mengingatkan kembali bahwa sesuai peraturan perundang-undangan, perjalanan kereta api memiliki prioritas utama di perlintasan sebidang. Masyarakat diminta untuk tidak memaksakan diri menerobos saat sinyal sudah berbunyi atau palang pintu mulai tertutup.

​”Berhentilah saat sinyal berbunyi. Jangan menerobos, karena keselamatan adalah tanggung jawab kita bersama,” tegasnya.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button