Pastikan Stok Pangan & Energi Aman, Mbak Wali Vinanda Sidak Gudang Bulog hingga Pangkalan LPG

Kediri, WartaJenggolo.com – Menjelang periode fluktuasi harga pangan, Wali Kota Kediri, Vinanda Prameswati, bergerak cepat memastikan stabilitas kebutuhan pokok di wilayahnya. Didampingi jajaran OPD terkait, wali kota yang akrab disapa Mbak Wali ini melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah titik vital seperti Gudang Bulog, pangkalan LPG, hingga distributor pangan, Selasa (17/03/2026).
Hasilnya, Mbak Wali menjamin bahwa stok pangan dan energi di Kota Kediri dalam kondisi aman, distribusi lancar, dan harga relatif stabil.
Stok Beras Melimpah, Cukup untuk 25 Bulan ke Depan
Salah satu poin utama dalam pemantauan ini adalah ketersediaan beras. Berdasarkan hasil pengecekan di Gudang Bulog, stok beras untuk wilayah Kota Kediri mencapai 24.000 ton.
”Alhamdulillah, persediaan beras kita sangat aman. Stok yang ada saat ini diproyeksikan mampu mencukupi kebutuhan masyarakat Kota Kediri hingga 25 bulan ke depan,” ujar Mbak Wali Vinanda.
Senada dengan hal tersebut, Pimpinan Perum Bulog Cabang Kediri, Harisun, menjelaskan bahwa total stok di wilayah kerja Kediri mencapai 78.000 ton. Angka ini diprediksi akan terus bertambah seiring masuknya masa panen raya dan penyerapan gabah petani yang terus berjalan.
Minyak Goreng dan LPG: Pasokan Ditambah, Distribusi Lancar
Selain beras, komoditas minyak goreng dan gas LPG juga menjadi sorotan. Saat ini, stok minyak goreng di Bulog tersedia sebanyak 4.200 liter dengan rencana tambahan pasokan sebanyak 15 truk dalam waktu dekat.
Untuk sektor energi, Mbak Wali memastikan pengisian hingga penyaluran LPG ke tingkat agen dan pangkalan berjalan tanpa hambatan.
”Pertamina juga telah menambah kuota kebutuhan LPG. Kami pastikan pengisian sampai penyaluran ke masyarakat semuanya aman,” tegas wali kota termuda di Indonesia ini.
Strategi Tekan Inflasi: OPM, GPM, dan Pengawasan Distributor
Menyikapi adanya fluktuasi harga pada komoditas tertentu seperti tepung beras, gula, dan minyak goreng di tingkat distributor, Pemerintah Kota Kediri telah menyiapkan langkah mitigasi:
- Operasi Pasar Murah (OPM) & Gerakan Pangan Murah (GPM): Rutin digelar untuk menjaga daya beli masyarakat.
- Pemantauan Harga Harian: Tim dari Pemerintah Kota terus memonitor pergerakan harga di pasar secara real-time.
- Tindak Tegas Penimbunan: Mbak Wali memberikan peringatan keras kepada para distributor agar tidak melakukan praktik penimbunan barang.
”Semua harus transparan. Tidak boleh ada praktik yang memicu kenaikan harga secara tidak wajar. Kami pastikan stok aman dan distribusi tidak terhambat,” tambahnya.
Pesan untuk Masyarakat: Jangan Panic Buying!
Menutup agenda sidaknya, Mbak Wali Vinanda mengimbau warga Kota Kediri untuk tetap tenang dan berbelanja secara bijak. Dengan stok yang melimpah hingga dua tahun ke depan, masyarakat diminta untuk tidak melakukan aksi borong atau panic buying.
”Kebutuhan pokok kita sangat mencukupi. Pemerintah Kota Kediri hadir untuk memastikan semuanya tersedia dengan harga yang terjangkau,” pungkasnya.
Turut hadir dalam pemantauan tersebut sejumlah pejabat penting, di antaranya Kepala DKPP Un Ahmad Nurdin, Kepala Disperdagin Moh. Ridwan, Kabag Perekonomian Bambang Tri, serta stakeholder terkait lainnya. (ang)







