
Kediri, WartaJenggolo.com – Momentum bulan suci Ramadan dan menyambut Hari Raya Idulfitri 1447 H menjadi sarana penting untuk mempererat tali silaturahmi antar elemen masyarakat. Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur, M. Hadi Setiawan, menggelar kegiatan sosialisasi bertajuk “Memperkuat Ukhuwah dan Saling Memaafkan di Momentum Hari yang Fitri” di Gedung DPD Partai Golkar Kabupaten Kediri, Senin (30/3/2026).
Acara ini dihadiri oleh puluhan guru RA/TK serta jajaran pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kediri. Selain sebagai ajang maaf-memaafkan, pertemuan ini menjadi ruang aspirasi terkait tantangan pendidikan dan profesionalisme media di era digital.
Peran Guru sebagai “Sokoguru” Bangsa
Dalam sambutannya, M. Hadi Setiawan yang juga menjabat sebagai Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Kediri periode 2025-2030, menekankan bahwa guru adalah pilar utama kemajuan bangsa. Ia menyatakan bahwa keberhasilan para pemimpin saat ini tidak lepas dari jasa para pendidik.
”Kita tidak mungkin bisa duduk dan berbicara di sini jika bukan karena bimbingan Ibu dan Bapak guru. Guru adalah sokoguru pendidikan yang mencetak pemimpin bangsa,” ujar Hadi dengan penuh apresiasi.
Ia juga menyoroti pentingnya menjaga kesehatan dan kebahagiaan para guru agar tetap optimal dalam mendidik generasi penerus yang saleh dan salehah.
Komitmen Kawal Kesejahteraan dan Program CSR Pendidikan
Merespons aspirasi terkait kesejahteraan guru, khususnya guru honorer dan tenaga kependidikan (RK), Hadi menyatakan kesiapannya untuk membawa masalah ini ke tingkat provinsi. Melalui Komisi E DPRD Kabupaten Kediri, ia berkomitmen mengawal penganggaran dan program bantuan pemerintah.
”Jika ada program yang bisa disinergikan atau lembaga yang perlu dibenahi sarana prasarananya untuk meningkatkan kualitas belajar mengajar, kami siap membantu sesuai kemampuan kami di legislatif,” tegasnya.
Hadi juga menyebutkan adanya potensi kolaborasi melalui program CSR (Corporate Social Responsibility) untuk pengadaan sarana pendidikan, serta upaya peningkatan ekonomi bagi para guru melalui kebijakan pemerintah yang tepat sasaran.
Sinergi PWI dan Guru dalam Menghadapi Tantangan Digital
Ketua PWI Kediri, Bambang Iswahyudi, yang turut hadir dalam acara tersebut, memberikan pandangannya mengenai tantangan profesi guru dan media saat ini. Menurutnya, masalah kesejahteraan dan uji kompetensi masih menjadi isu krusial yang harus segera dicarikan solusi melalui kebijakan politik.
”Media dan guru harus bersinergi. Media berfungsi sebagai pengontrol pembangunan, sementara guru membentuk karakter. Kami berharap melalui kebijakan Pak Hadi, aspirasi mengenai kesejahteraan dan status P3K bisa terealisasi,” ungkap Bambang.
Bambang juga menyoroti isu literasi digital dan kebijakan pembatasan media sosial bagi anak di bawah usia 16-18 tahun. Ia menekankan bahwa peran kontrol ada pada tiga pilar: orang tua di rumah, guru di sekolah, dan pemerintah/legislatif melalui regulasi.
”Jangan sampai anak diberi gawai hanya agar mereka diam. Literasi digital harus dimulai dari komunikasi yang intens antara sekolah dan rumah,” tambahnya.
Menatap Peta Politik 2026-2029
Menutup rangkaian acara, diskusi sempat menyentuh dinamika politik ke depan. Hadi Setiawan berharap kepedulian partai politik, khususnya Partai Golkar, tetap konsisten pada penguatan kompetensi dan kesejahteraan guru.
Kegiatan ini diakhiri dengan suasana hangat dan penuh keakraban, menandai kuatnya sinergi antara legislatif, pendidik, dan insan pers dalam membangun Kabupaten Kediri yang lebih baik.







