Berita

Hampir 3 Bulan Lapor Polisi, Kasus Penggelapan 16 Motor Rental di Kediri Masih ‘Misteri’

Kediri, WartaJenggolo.com – Dunia usaha persewaan kendaraan di Kabupaten Kediri tengah diguncang kabar miring. Pemilik unit rental motor kini harus menelan pil pahit setelah belasan kendaraannya diduga digadaikan secara ilegal oleh penyewa. Meski laporan telah masuk ke meja kepolisian sejak awal tahun, korban merasa penanganan kasus ini masih jalan di tempat.

​Berikut adalah poin-poin utama dari kasus dugaan penipuan yang menimpa Abiar Motor:

​Kronologi Modus “Cicil” Sewa Hingga 16 Unit

​Aksi dugaan penipuan ini tidak terjadi dalam semalam. Pemilik Abiar Motor, Reno Dwi Trimulyono, menjelaskan bahwa tiga terduga pelaku berinisial S, N, dan A menjalankan aksinya dengan sangat rapi selama hampir satu tahun.

​Awalnya, para pelaku menyewa unit seperti pelanggan pada umumnya dengan pembayaran yang lancar. Hal ini membuat korban menaruh kepercayaan tinggi. Namun, tanpa disadari, para pelaku menambah jumlah unit yang disewa secara bertahap hingga mencapai total 16 unit sepeda motor.

​“Awalnya berjalan normal seperti penyewa pada umumnya. Mereka ambil unit sedikit demi sedikit sampai totalnya 16 motor,” ungkap Reno, Sabtu (11/4/2026).

​Kedok Terbongkar Saat Penagihan Rutin

​Drama pelarian motor rental ini baru terendus pada 12 Januari 2026. Saat itu, Reno berniat melakukan pengecekan rutin sekaligus menagih uang sewa kepada para pelaku. Bukannya mendapatkan setoran, Reno justru mendapatkan pengakuan mengejutkan bahwa seluruh motor miliknya telah berpindah tangan ke pihak lain melalui skema gadai ilegal.

​Akibat kejadian ini, Reno mengaku mengalami kerugian materiil yang fantastis, ditaksir mencapai lebih dari Rp80 juta.

​Tiga Bulan Melapor, Korban: Belum Ada Titik Terang

​Kecewa dengan pengkhianatan penyewanya, Reno langsung menempuh jalur hukum. Namun, waktu seolah berjalan lambat bagi korban. Memasuki bulan ketiga sejak laporan resmi dibuat, Reno merasa belum ada progres signifikan dari pihak berwajib untuk mengamankan unit maupun menangkap pelaku.

​”Sudah hampir tiga bulan, tapi belum ada titik terang. Kami masih diminta bersabar,” keluhnya dengan nada kecewa.

​Upaya Kekeluargaan Masih Terbuka

​Meski merasa dirugikan, Reno mengaku masih memberikan celah bagi para pelaku untuk menunjukkan itikad baik. Ia berharap motor-motor tersebut bisa kembali atau setidaknya ada penggantian kerugian secara finansial.

​Namun, Reno menegaskan tidak akan tinggal diam jika mediasi menemui jalan buntu. Ia siap mengawal kasus ini hingga tuntas melalui jalur hukum pidana. Di sisi lain, hingga berita ini dirilis, pihak kepolisian setempat belum memberikan keterangan resmi terkait sejauh mana proses penyelidikan berlangsung. (ang)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button