Berita

APBD Kediri Terpangkas Rp170 Miliar, IKA Unair Ditantang Lahirkan Terobosan!

Sulistyo Budi resmi pimpin IKA Unair Kediri Raya periode 2025–2030. Alumni Unair didorong tak sekadar berkumpul, tetapi ikut mencari solusi untuk mendongkrak PAD dan menjaga pelayanan publik.

Kediri, WartaJenggolo.com — Pemangkasan anggaran menjadi tantangan serius bagi pemerintah daerah. Di Kota Kediri, penurunan transfer dari pemerintah pusat disebut mencapai Rp170 miliar. Di tengah tekanan fiskal tersebut, alumni Universitas Airlangga (Unair) ditantang ikut turun tangan melahirkan inovasi dan solusi nyata bagi masyarakat.

Pesan itu mengemuka dalam pelantikan Pengurus Cabang (PC) Ikatan Alumni Universitas Airlangga (IKA Unair) Kediri Raya masa bakti 2025–2030 di Ruang Jayabaya, Balai Kota Kediri, Sabtu (10/10/2026).

Dalam pelantikan tersebut, Sulistyo Budi resmi menggantikan Soehartono sebagai ketua. Momentum pergantian kepemimpinan ini sekaligus menjadi titik awal bagi organisasi alumni untuk memperkuat peran dalam pembangunan Kota dan Kabupaten Kediri.

Bukan sekadar seremoni organisasi, agenda tersebut juga diisi studium generale yang mengangkat tema tajam: “APBD Terpangkas, Inovasi Tak Boleh Pangkas: Strategi Kreatif Pemerintah Daerah Meningkatkan PAD dan Pelayanan Publik Daerah.”

Kuliah umum yang disampaikan Prof. Dr. H. Jusuf Irianto, Drs., M.Com., itu menyoroti pentingnya terobosan ketika ruang fiskal daerah semakin terbatas. Pemerintah dituntut tetap mampu memberikan pelayanan terbaik, meski harus menghadapi efisiensi anggaran dan berkurangnya transfer dari pusat.

Kepala Bakesbangpol Kota Kediri, Ronny Yusianto, yang hadir mewakili Wali Kota Kediri, mengungkapkan penurunan transfer pemerintah pusat hingga Rp170 miliar menjadi tantangan yang harus dihadapi bersama.

“Yang terpangkas memang angkanya, tapi inovasi jangan. Jadi setidaknya alumni Unair ini bisa memberikan ide dan kontribusi bagi masyarakat,” tegas Ronny.

Menurutnya, keterbatasan anggaran tidak boleh membuat pemerintah daerah kehilangan kreativitas. Optimalisasi potensi pendapatan asli daerah (PAD) dan revitalisasi aset daerah menjadi langkah yang perlu diperkuat agar pembangunan dan pelayanan publik tetap berjalan.

Sulistyo Budi: Alumni Jangan Cuma Jadi Penonton

Ketua PC IKA Unair Kediri Raya, Sulistyo Budi, menegaskan besarnya potensi alumni harus diterjemahkan menjadi kontribusi yang benar-benar dirasakan masyarakat.

Organisasi alumni, menurutnya, memiliki sumber daya intelektual dari berbagai disiplin ilmu yang dapat menjadi kekuatan untuk menjawab persoalan daerah. Mulai dari kesehatan, pendidikan, lingkungan, hingga pengembangan sektor strategis, semuanya memiliki peluang untuk disinergikan.

“Keluarga besar IKA Unair memiliki potensi luar biasa dari berbagai bidang, mulai dari kesehatan, pendidikan, lingkungan, hingga sektor strategis lainnya. Kolaborasi dan soliditas yang kuat akan menjadi modal utama kita untuk berkontribusi nyata bagi kemajuan Kediri Raya,” ungkap Sulistyo.

Sulistyo, yang juga anggota DPRD Kabupaten Kediri dari Fraksi PKS, menegaskan kesiapan IKA Unair Kediri Raya menjadi mitra strategis pemerintah daerah, baik Kota maupun Kabupaten Kediri.

Tantangannya kini adalah menerjemahkan potensi tersebut menjadi program kerja yang konkret, memperkuat kolaborasi lintas sektor, dan menghadirkan gagasan yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat.

Dengan jejaring alumni yang memiliki beragam kompetensi, IKA Unair diharapkan tidak hanya aktif dalam kegiatan internal, tetapi juga mampu memberikan sumbangsih pemikiran dalam pengambilan kebijakan dan pengembangan potensi daerah.

Pengurus Pusat Ingatkan Makna Pengabdian

Wakil Ketua Pengurus Pusat (PP) IKA Unair, Kukuh Pramono Budi, S.H., M.H., yang hadir dalam pelantikan, menyampaikan bahwa Kediri memiliki nilai historis dan kedudukan penting. Potensi tersebut dapat menjadi bekal bagi alumni untuk berkiprah lebih luas, dari tingkat lokal hingga nasional dan internasional.

Ia juga mengingatkan agar para alumni selalu siap menunjukkan pengabdian ketika dibutuhkan oleh almamater.

Sementara itu, Sekretaris Bidang 4 PP IKA Unair, Dyah Ayu Sulistyowati, membacakan Surat Keputusan (SK) Pengurus Pusat sebagai dasar penetapan kepengurusan periode 2025–2030.

Pelantikan ini menjadi awal bagi kepengurusan baru untuk memperkuat soliditas organisasi sekaligus memperluas kontribusi alumni dalam pembangunan.

Susunan Inti Pengurus IKA Unair Kediri Raya 2025–2030

– Ketua: Sulistyo Budi, S.I.P.

– Wakil Ketua I: Imam Wihdan Zarkasyi, S.T., M.M.

– Wakil Ketua II: Awang Huda Darmawan, S.KM., M.Kes.

– Sekretaris: apt. Muhammad Khalid Rijaluddin, S.Farm., M.Farm.

– Wakil Sekretaris I: Ns. Fresty Africia, S.Kep., M.Kep.

– Bendahara:  Priangga Sukma Jaya, S.A.

– Wakil Bendahara I: Nurul Khotimah, S.E., S.Pd.

Kepengurusan bidang meliputi organisasi, keanggotaan dan database alumni; pendidikan, pelatihan dan kepemudaan; kajian kebijakan strategis; pengembangan usaha alumni dan UMKM; pengabdian masyarakat; kerja sama dan kemitraan; serta hubungan masyarakat dan kelembagaan.

Dengan kepemimpinan baru, IKA Unair Kediri Raya dihadapkan pada pekerjaan penting: memastikan jejaring alumni tidak berhenti pada gagasan, tetapi mampu melahirkan program yang berdampak.

Di tengah anggaran yang menyusut, tantangannya jelas: bagaimana potensi intelektual alumni bisa membantu pemerintah mencari sumber pendapatan baru, mengoptimalkan aset, dan meningkatkan mutu pelayanan publik.

Sebab, ketika anggaran menyusut, yang dibutuhkan bukan sekadar bertahan, melainkan keberanian menghadirkan terobosan.

IKA Unair Kediri Raya, Sulistyo Budi, APBD Kota Kediri, pemangkasan anggaran, PAD Kota Kediri, pelantikan IKA Unair, Universitas Airlangga, Imam Wihdan Zarkasyi, inovasi pelayanan publik

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button