Berita

Tekan Harga Pangan, TPID Kota Kediri Gencarkan Gerakan Pangan Murah Jelang Lebaran

KEDIRI, WartaJenggolo.com – Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Kediri resmi merilis laporan Indeks Harga Konsumen (IHK) untuk periode Februari 2026. Menjelang bulan suci Ramadan, Kota Kediri tercatat mengalami inflasi month-to-month (m-to-m) sebesar 0,87 persen.

​Meskipun angka ini berada di atas rata-rata inflasi nasional yang sebesar 0,68 persen, namun inflasi di Kota Kediri tercatat masih lebih rendah dibandingkan inflasi di tingkat Provinsi Jawa Timur yang mencapai 0,95 persen.

​Komoditas Pemicu Inflasi: Cabai dan Daging Ayam Meroket

​Kepala BPS Kota Kediri, Emil Wahyudiono, mengungkapkan bahwa fluktuasi harga pada Februari 2026 dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari faktor cuaca hingga peningkatan permintaan musiman.

Cabai rawit menjadi penyumbang inflasi terbesar dengan andil mencapai 0,32 persen. Hal ini dipicu oleh keterbatasan pasokan akibat cuaca ekstrem yang mengganggu produktivitas petani. Selain cabai, komoditas pangan hewani juga mengalami kenaikan harga yang signifikan.

​”Daging ayam ras dan telur ayam ras mengalami kenaikan harga akibat tingginya permintaan masyarakat menjelang awal bulan puasa,” ujar Emil dalam Berita Resmi Statistik (BRS) yang dirilis secara daring, Senin (2/3).

​Berikut adalah rincian komoditas pendorong inflasi di Kota Kediri:

  • Cabai Rawit: 0,32%
  • Daging Ayam Ras: 0,17%
  • Emas Perhiasan: 0,16%
  • Telur Ayam Ras: 0,06%
  • Bawang Merah: 0,05%
  • Beras: 0,02%

​Sementara itu, beberapa komoditas justru mengalami deflasi dan menjadi penahan laju inflasi, di antaranya bensin (-0,05%), kelapa, minyak goreng, serta tarif angkutan udara yang mulai melandai setelah sempat melonjak pada akhir tahun lalu.

​Waspadai Geopolitik Global dan Harga Emas

​Selain faktor domestik, kondisi global turut membayangi stabilitas ekonomi di daerah. Emil mengingatkan bahwa konflik geopolitik dunia sangat berpengaruh terhadap harga minyak mentah dan emas perhiasan.

​Harga emas saat ini masih “bertengger” di puncak dan diprediksi berpotensi naik kembali. Selain itu, penyesuaian harga BBM non-subsidi dan tarif transportasi umum menjelang Idul Fitri menjadi poin krusial yang perlu diantisipasi oleh pemerintah daerah.

​Strategi TPID Kota Kediri: Gerakan Pangan Murah

​Merespons kondisi tersebut, Pemerintah Kota Kediri melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) telah menyiapkan langkah strategis. Bambang Tri Lasmono, Kepala Bagian Administrasi Perekonomian sekaligus Sekretaris TPID Kota Kediri, menyatakan bahwa pihaknya telah menggelar High Level Meeting (HLM) yang dipimpin langsung oleh Walikota Kediri.

​Salah satu langkah konkret yang diambil adalah melakukan intervensi pasar secara rutin.

“Sebagai upaya pengendalian harga komoditas bahan pangan, TPID melakukan intervensi dengan menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) secara rutin di pasar-pasar. Kami berharap ini dapat menstabilkan harga sehingga inflasi tetap terkendali,” tegas Bambang.

​Imbauan bagi Masyarakat: Belanja Bijak, Hindari Panic Buying

​Menutup keterangannya, Bambang mengimbau warga Kota Kediri agar tidak perlu khawatir berlebihan menghadapi lonjakan permintaan jelang hari raya. Masyarakat diharapkan tetap tenang dan menjaga pola konsumsi yang sehat.

​”Kami imbau masyarakat agar tetap berbelanja secara bijak sesuai kebutuhan dan menghindari panic buying. Ketersediaan stok akan terus kami pantau bersama instansi terkait agar mencukupi hingga Idul Fitri nanti,” pungkasnya.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button