Diterjang Badai untuk Kedua Kalinya, Atap Rumah Terbang, Warga Kediri Jual Cincin Demi Perbaikan Darurat

Kediri, WartaJenggolo.com – Hujan lebat disertai angin kencang dan sambaran petir yang melanda Kota Kediri pada Jumat (3/4) sore menyebabkan kerusakan cukup parah di sejumlah titik. Salah satu warga, Suruno, harus rela melihat atap rumahnya “terbang” terbawa badai dalam hitungan detik.
Bencana ini datang begitu cepat. Sekitar pukul 15.00 WIB, suasana yang tenang tiba-tiba berubah mencekam akibat suara petir yang menggelegar disertai hembusan angin yang sangat kuat.
Detik-Detik Menegangkan, Atap Spandek Melayang Hilang
Suruno, warga RT 01 RW 05 Kelurahan Banjarmlati, menceritakan detik-detik mengerikan tersebut. Begitu mendengar suara petir yang sangat besar, ia langsung memeriksa bagian atas rumahnya.
“Kemarin itu petirnya besar sekali. Saya langsung naik ke atas, ternyata atap spandek itu sudah melayang semua. Hilang dibawa angin,” kenang Suruno dengan nada sedih.
Kerusakan terjadi di dua bagian rumahnya. Area sisi selatan seluas 3×4 meter dan sisi utara seluas 2×8 meter kini terbuka lebar tanpa atap. Akibatnya, air hujan langsung membanjiri ruangan tanpa ada penghalang sama sekali.
Pukulan Kediri dalam Seminggu, Kerugian Capai Rp15 Juta
Kejadian ini bukanlah yang pertama kali menimpa keluarga Suruno. Dalam kurun waktu satu minggu, ini adalah kali kedua rumahnya diterjang cuaca buruk.
Sebelumnya pada Sabtu pekan lalu, saat keluarga sedang mengadakan acara reuni, tenda acara hampir terbawa angin. Untungnya, ada pohon kelapa yang menahan sehingga kerusakan tidak terlalu parah. Namun, kali ini kerugian materiel terasa sangat besar, yang ia perkirakan mencapai sekitar Rp15 juta.
Jual Cincin Demi Perbaikan Darurat, Harap Bantuan Pemerintah
Di tengah keterbatasan ekonomi dan kepanikan, Suruno berjuang keras agar keluarganya tidak terus menerus kehujanan. Demi mendapatkan modal membeli material bangunan, ia terpaksa menjual barang berharga miliknya.
“Tadi saya habis belanja material habis 2 juta. Itu dapatnya dari jual cincin, ya punya cincin kecil dijual untuk cari modal perbaikan,” tuturnya lirih.
Saat ini, rumahnya hanya ditutup seadanya. Suruno pun berharap Pemerintah Kota Kediri melalui BPBD atau instansi terkait dapat segera memberikan bantuan, berupa terpal atau material atap pengganti.
“Saya sebagai warga Kediri mohon secepatnya dibantu, biar air tidak masuk lagi, biar kami tidak kehujanan,” pungkasnya.
BPBD: 13 Titik Terdampak, Akses Jalan Mulai Normal
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Kediri mencatat, bencana cuaca ekstrem ini terjadi sekitar pukul 15.20 WIB dan melanda hampir seluruh wilayah. Kepala Pelaksana BPBD Kota Kediri, Joko Arianto, menyatakan sedikitnya ada 13 titik yang terdampak.
Lokasi terdampak antara lain di Jl. Raung, Jl. Sersan Suharmaji, Jl. Perintis Kemerdekaan, Jl. Urip Sumoharjo, hingga Gg. Setono Kelurahan Banjarmlati. Kerusakan berupa pohon tumbang, dahan patah, gangguan listrik, hingga kerusakan bangunan.
“Sebagai respons cepat, kita mengerahkan 2 tim Unit Reaksi Cepat (URC) serta berkoordinasi dengan PLN, Damkar, dan Polres untuk percepatan penanganan,” jelas Joko.
Hingga Sabtu (4/4) siang, sebagian besar akses jalan sudah kembali normal dan pohon tumbang telah berhasil ditebang dan dibersihkan. Namun, beberapa titik masih dalam proses penanganan karena tingkat risiko yang tinggi, seperti pohon yang tersangkut kabel listrik bertegangan.
Imbauan Warga: Waspada Cuaca Ekstrem Masih Berpotensi Terjadi
Mengingat potensi hujan dan angin kencang masih akan terjadi dalam beberapa hari ke depan, BPBD mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan.
“Saat berkendara, hindari berteduh di bawah pohon besar. Waspadai kabel listrik yang menjuntai dan segera laporkan jika ada kejadian darurat,” pesan Joko.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Kediri bersama Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah juga telah turun langsung meninjau lokasi terdampak untuk memastikan penanganan berjalan optimal dan mendengar langsung aspirasi warga yang membutuhkan bantuan. (ang)







