
Kediri, WartaJenggolo.com – Kabar membanggakan datang dari SMK TI Pelita Nusantara Kediri. Gisela Valencia Putri, siswi kelas 10, berhasil meraih medali perak dalam Olimpiade Bahasa Indonesia tingkat nasional yang diikuti lebih dari 200 peserta dari seluruh Indonesia.
Prestasi ini terasa istimewa karena diraih secara mandiri, berawal dari informasi di Instagram dan belajar hanya selama dua minggu.
Berawal dari Scroll Instagram dan Rasa Penasaran
Gisela mengaku awalnya hanya melihat temannya yang ikut olimpiade. Rasa penasaran membuatnya bertanya cara mendaftar.
“Awalnya saya lihat teman saya yang ikut olimpiade ini, terus saya nanya bagaimana cara daftarnya. Pas lihat ada mapel Bahasa Indonesia, saya tertarik untuk ikut,” ujar Gisela saat ditemui di sekolah, Rabu (7/10).
Olimpiade tersebut digelar secara online pada 20 September lalu. Tanpa seleksi berjenjang, peserta langsung bertanding dalam satu sesi ujian nasional. Gisela yang mengambil sesi jam 10.00 WIB mengaku soalnya cukup sulit dan sempat tak berharap.
“Pas lihat soalnya lumayan susah, nggak ada harapan. Ternyata ya alhamdulillah dapat medali perak ini,” katanya polos.
Gisela mengatakan informasi lomba ia dapatkan dari Instagram. Selama ini ia memang gemar mengikuti berbagai olimpiade. Sebelumnya ia pernah mencoba Matematika, IPA, dan IPS, namun medali baru ia raih di Bahasa Indonesia.
Belajar Mandiri 2 Minggu, Sekolah Sampai Kaget
Menariknya, keikutsertaan Gisela ini tidak diketahui pihak sekolah sejak awal.
Untuk persiapan, siswi berusia 15 tahun asal Ngadiluwih, Kediri ini belajar mandiri. Ia mengulang materi saat pernah ikut les dulu dan banyak belajar dari YouTube.
“Saya belajarnya dulu kan pernah les juga, nah saya pelajari lagi materi-materi sebelumnya. Terus sama lihat-lihat di YouTube juga,” ungkapnya.
Ia baru melapor ke sekolah setelah dinyatakan meraih juara. Hal itu membuat pihak sekolah kaget sekaligus bangga.
Waka Kesiswaan SMK TI Pelita Nusantara, Triantoro, S.Kom., mengaku sangat bangga. Prestasi Gisela mengharumkan nama sekolah dan ia juga tercatat sebagai penerima Beasiswa Merdeka.
“Tanggapan saya sangat bangga sekali dan menyenangkan menerima kabar yang baik. Karena Olimpiade Bahasa Indonesia ini membuat nama SMK TI tercantum di dalamnya,” kata Triantoro.
Ia juga menyampaikan pesan dari Kepala Sekolah, Trius Marsono, yang turut bangga dan berharap prestasi ini dipertahankan.
Jadi Inspirasi, Sekolah Dorong Siswa Lain Berprestasi
Triantoro berharap capaian Gisela bisa menjadi pemicu semangat bagi siswa lain yang saat ini lebih banyak menghabiskan waktu untuk scroll TikTok dan main game.
“Saya berharap temen-temennya diajak juga. Gimana sih caranya untuk meraih olimpiade nasional? Kan kebanyakan anak sekarang scroll TikTok. Nah, saya kaget ketika menerima kabar kalau Valencia ini menerima medali perak,” ujarnya.
Ke depan, sekolah akan memberikan pendampingan lebih intensif melalui guru mapel, dalam hal ini guru Bahasa Indonesia, Bu Ana, untuk mengulik kekurangan dan strategi lomba.
Sementara itu, Gisela tak ingin cepat puas. Meski baru kelas 10, ia sudah punya target besar.
“Inginnya sih fokus ikut olimpiade Bahasa Indonesia lagi agar dapat yang emas,” ucapnya.
Ia juga bercita-cita untuk melanjutkan kuliah di Universitas Brawijaya (UB) Malang setelah lulus. Dukungan penuh datang dari orang tua yang terus memotivasinya untuk mencoba lagi hingga meraih emas.
Kisah Gisela membuktikan, peluang prestasi bisa datang dari mana saja, bahkan dari waktu luang dan sebuah unggahan di media sosial, asal ada kemauan untuk mencoba. (ang)







