
Tak Hanya Urus Perjalanan Kereta, Bantuan Menyasar Sekolah, Kebersihan Lingkungan hingga Fasilitas Sosial
Kediri, WartaJenggolo.com – Tak hanya sibuk memastikan perjalanan kereta api tetap berjalan lancar, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 7 Madiun juga turun langsung memberi manfaat bagi masyarakat.
Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), KAI Daop 7 Madiun menggelontorkan bantuan senilai Rp445.075.000 untuk masyarakat dan lembaga di wilayah operasionalnya.
Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis di Aula Lantai 2 Kantor Daop 7 Madiun. Vice President (VP) KAI Daop 7 Madiun Ali Afandi hadir langsung dalam kegiatan tersebut bersama jajaran Tim TJSL, Tim Humas, Tim Keuangan dan Tim Pengamanan KAI Daop 7 Madiun.
Nilai bantuan yang cukup besar itu tidak berhenti pada seremoni. Dana disalurkan untuk kebutuhan yang bersentuhan langsung dengan kehidupan masyarakat, mulai dari rehabilitasi ruang kelas, sarana kebersihan, perangkat komputer hingga pembangunan fasilitas sosial.
Ali Afandi menegaskan, keberadaan KAI di tengah masyarakat tidak semata-mata mengejar keuntungan bisnis. Perusahaan juga memiliki tanggung jawab untuk memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi lingkungan dan masyarakat di sekitar wilayah operasional.
“Melalui sinergi yang terjalin dengan berbagai pihak, KAI Daop 7 Madiun berharap tercipta ekosistem transportasi perkeretaapian yang semakin aman dan kondusif,” ujar Ali.
Namun ada pesan lain yang ikut ditekankan KAI dalam penyaluran bantuan tersebut.
Masyarakat yang berada di sekitar jalur kereta api diharapkan tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga ikut menjaga keamanan dan keselamatan perjalanan kereta api.
Sebab, keselamatan perkeretaapian tidak bisa hanya dibebankan kepada operator. Dibutuhkan kepedulian dan sinergi masyarakat yang berada di sepanjang wilayah operasional.
Rp200 Juta untuk Ruang Kelas
Dari total bantuan Rp445.075.000, alokasi terbesar diberikan untuk rehabilitasi ruang kelas MTs Al Ittihadiyah Canggu, Dusun Canggu, Desa Canggu, Kecamatan Badas, Kabupaten Kediri.
Nilainya mencapai Rp200 juta.
Bantuan berikutnya sebesar Rp113 juta diberikan kepada Lazisnu Ranting Tawangrejo, Dusun Tawangrejo, Desa Mukuh, Kecamatan Kayen Kidul, Kabupaten Kediri.
Dana tersebut digunakan untuk pengadaan sarana kebersihan berupa motor sampah, gerobak dan tempat sampah.
Sementara itu, MI Nurul Islam, Desa Mirigambar, Kecamatan Sumbergempol, Kabupaten Tulungagung, memperoleh bantuan Rp100 juta untuk pengadaan perangkat komputer.
Sedangkan PERPENKA DPD 7 Madiun mendapat bantuan Rp32.075.000 untuk pembangunan fasilitas fisik berupa toilet dan gudang.
Bantuan Harus Terasa, Keselamatan Jadi Tanggung Jawab Bersama
Manager Humas KAI Daop 7 Madiun Tohari mengatakan, program TJSL tersebut merupakan bentuk kepedulian perusahaan agar kehadiran KAI benar-benar memberikan dampak bagi masyarakat.
“Kami berharap bantuan TJSL dari KAI Daop 7 Madiun ini dapat memberikan dampak positif yang langsung dirasakan oleh masyarakat, baik di bidang pendidikan, kebersihan lingkungan, maupun fasilitas sosial,” kata Tohari.
Menurutnya, kepedulian tersebut juga harus berjalan beriringan dengan kesadaran masyarakat terhadap keselamatan perkeretaapian.
Tohari mengajak seluruh elemen masyarakat ikut menjaga lingkungan sekitar jalur kereta api serta mendukung terciptanya perjalanan kereta api yang aman dan lancar.
“Lebih dari itu, kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus bersama-sama menjaga keselamatan perjalanan kereta api karena menjadi tanggung jawab bersama,” pungkasnya. (ang)







