
Sinergi dengan Kementerian Koperasi dan UKM RI dorong pengelolaan usaha simpan pinjam yang transparan, profesional, serta akuntabel.
Kediri, WartaJenggolo.com — Dewan Koperasi Indonesia Daerah (Dekopinda) Kabupaten Kediri menggelar Workshop Mitigasi Risiko Koperasi bertajuk “Tata Kelola Koperasi Modern: Mitigasi Risiko Mencegah Koperasi Galbay (Gagal Bayar)” pada Sabtu (10/10/2026). Kegiatan yang dihelat secara gratis di Aula Dekopinda Kabupaten Kediri, Jalan Airlangga No. 7, Desa Paron, Kecamatan Ngasem ini diikuti oleh 100 pengurus koperasi dan 50 kader generasi muda.
Ketua Dekopinda Kabupaten Kediri, H. Buat Santoso, menegaskan bahwa pelatihan ini krusial untuk meningkatkan pemahaman pengurus dan pengawas dalam mengelola koperasi secara profesional, transparan, dan akuntabel. Langkah preventif ini dinilai sangat penting untuk melindungi dana anggota serta mencegah krisis likuiditas.
”Terlibatnya para Gen Z dan peserta di bawah usia 40 tahun ini sangat krusial agar pengelolaan usaha koperasi ke depan makin transparan, profesional, dan akuntabel,” ujar pria yang akrab disapa Pak San tersebut.
Pak San berharap pengelolaan usaha koperasi, khususnya Koperasi Simpan Pinjam (KSP), dapat berjalan jauh lebih baik sehingga tidak ada lagi kasus koperasi tumbang atau mengalami gagal bayar. “Melalui pelatihan ini, koperasi simpan pinjam di Kabupaten Kediri diharapkan semakin maju dan berkembang,” tegasnya.
Langkah antisipatif yang diinisiasi Dekopinda Kabupaten Kediri ini mendapat apresiasi tinggi dari Kepala Bidang Badan Hukum Kementerian Koperasi dan UKM RI, Bona Gultom. Ia menyebut edukasi tata kelola risiko sangat relevan guna menekan potensi permasalahan di sektor simpan pinjam.
”Kegiatan ini sangat positif untuk meminimalisasi potensi risiko dan masalah gagal bayar di lingkungan koperasi. Kami juga sangat menyambut baik dilibatkannya para generasi muda dan milenial. Diharapkan mereka tidak hanya sekadar mengenal koperasi, tetapi juga berperan aktif memajukan perekonomian daerah,” ungkap Bona Gultom.
Workshop ini menghadirkan dua narasumber utama, yaitu Tenaga Ahli Kelembagaan dan Digitalisasi Kemenkop RI James Martua Purba serta Presiden Direktur PT Asta Kanti Rudy Pahala. Para narasumber membekali peserta dengan strategi tata kelola risiko berbasis digital dan modernisasi kelembagaan.
Sejumlah tokoh dan pejabat daerah turut hadir memberikan dukungan, di antaranya Kepala Dinas Koperasi & Usaha Mikro Kabupaten Kediri Santoso, Ketua BPD Provinsi Jawa Timur Oetomo Sapto A., Ketua Dekopinwil Jawa Timur Slamet Sutanto, Bendahara Puskud Jawa Timur Subianto, serta Anggota DPRD Kabupaten Kediri sekaligus Kader Koperasi Yohan Mandala Wicaksana.
Melalui kolaborasi lintas sektor antara pemerintah, praktisi, dan elemen pemuda ini, koperasi di Kabupaten Kediri diharapkan memiliki benteng tata kelola risiko yang kuat serta mampu memberikan manfaat maksimal bagi kesejahteraan anggotanya. (ang)







