BeritaBusinessNasional

Ingin Kirim Hantaran ke Luar Pulau? Intip Ketahanan Jenang dan Wajik Produksi Bu Binti Sholihah

Kediri, WartaJenggolo.com – “Jadi langganan pemudik, tembus Kalimantan hingga Papua.” Kalimat tersebut menggambarkan betapa luasnya jangkauan penganan tradisional buatan Binti Sholihah, pemilik usaha kuliner asal Dusun Dahu, Desa Jatirejo, Kecamatan Banyakan, Kabupaten Kediri.

​Menjelang Idulfitri, rumah produksi Bu Binti mengalami lonjakan permintaan yang luar biasa. Tidak tanggung-tanggung, stok yang terkumpul mencapai 8,5 ton demi memenuhi kebutuhan pasar dari berbagai pelosok Nusantara.

​Strategi Genjot Produksi di Tengah Kenaikan Harga Ketan

​Meskipun harga bahan baku utama seperti beras ketan dan gula mengalami kenaikan, Binti Sholihah memilih strategi unik dengan tidak menaikkan harga jual. Alih-alih membebankan biaya ke konsumen, ia justru melipatgandakan volume produksi.

​”Harga kita masih tetap seperti dulu karena kita pakai sistem silang. Sekarang yang naik ketan dan gula, tapi kita tidak menaikkan harga, cuma berusaha meningkatkan produksi,” ujar Binti.

​Dari rata-rata produksi harian sebanyak 2 kuintal, kini melonjak hingga 10 kuintal atau 1 ton per hari. Strategi ini terbukti ampuh; selain menjaga loyalitas pelanggan, jumlah pembeli baru pun terus bertambah setiap tahunnya.

​Madu Mongso Jadi Primadona Ekspor dan Buah Tangan

​Di antara berbagai varian, Madu Mongso tetap menjadi primadona utama. Daya tahan produk yang mencapai 2 hingga 3 bulan menjadikannya pilihan favorit untuk dikirim ke luar pulau hingga mancanegara.

​”Madu Mongso paling unggul karena keawetannya. Untuk pengerjaannya pun butuh tenaga banyak, mulai dari fermentasi hingga pembungkusan kecil-kecil yang melibatkan 20 karyawan khusus,” tambahnya.

​Kualitas ini diakui oleh para pelanggan setianya. Erna, warga Banyakan, mengaku rutin membeli di tempat Bu Binti setiap musim Lebaran. “Saya sering beli Madu Mongso di sini. Hari ini saya beli Wajik juga untuk hantaran yang mau dibawa ke Jakarta sebagai oleh-oleh,” tutur Erna.

​Daftar Harga Paket Hantaran dan Ketahanan Produk

​Untuk memudahkan konsumen, Bu Binti menyediakan berbagai pilihan paket hantaran yang diproduksi setiap hari sehingga terjamin kesegarannya (fresh). Berikut adalah rincian harganya:

Hantaran Jenang:

  • ​2 kg: Rp140.000
  • ​2,5 kg: Rp170.000
  • ​3 kg: Rp200.000

Hantaran Wajik:

  • ​2 kg: Rp110.000
  • ​2,5 kg: Rp130.000
  • ​3 kg: Rp150.000

Hantaran Jadah:

  • ​2 kg: Rp100.000
  • ​2,5 kg: Rp120.000
  • ​3 kg: Rp140.000

​Selain paket besar, tersedia juga kemasan praktis menggunakan thinwall atau besek seberat 1 kg untuk jenang seharga Rp60.000 dan wajik seharga Rp45.000.

​Pengiriman Luar Kota dan Edukasi Konsumen

​Bagi pemesan dari luar kota, Bu Binti sangat memperhatikan faktor ketahanan produk demi kepuasan pelanggan. Jenang produksinya mampu bertahan selama 1 minggu, wajik 2-3 hari, sedangkan jadah hanya bertahan 1 hari sehingga lebih disarankan untuk konsumsi lokal.

​Pesanan terjauh saat ini sudah merambah ke Kalimantan, Papua, hingga Sulawesi. Dengan total 50 karyawan yang diberdayakan, rumah produksi di Desa Jatirejo ini membuktikan bahwa kuliner tradisional Kediri tetap memiliki tempat spesial di hati masyarakat Indonesia meski di tengah gempuran camilan modern. (ang)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button