
Ketua Komisi VI DPR RI Sebut Koperasi Punya Modal Besar Jadi Kekuatan Ekonomi, Tapi Semangat Masyarakat Mulai Menurun
Kediri, WartaJenggolo.com — Gaung gerakan koperasi di tengah masyarakat dinilai mulai meredup. Padahal, koperasi sejak lama digadang-gadang sebagai salah satu kekuatan utama perekonomian Indonesia.
Kondisi tersebut menjadi perhatian Ketua Komisi VI DPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Anggia Ermarini. Ia menegaskan pemerintah perlu kembali memperkuat koperasi sekaligus membangun ekosistem yang mampu membuat masyarakat aktif terlibat di dalamnya.
Pernyataan itu disampaikan Anggia usai menghadiri kegiatan di Aula Cendrawasih, Insumo Hotel, Kediri, Sabtu (3/10/2026).
Anggia mengatakan, secara konsep koperasi sangat sesuai dengan karakter ekonomi masyarakat Indonesia. Namun, persoalannya kini adalah bagaimana menghidupkan kembali semangat berkoperasi yang dinilai mulai berkurang.
“Sesuai instruksi Presiden, kita harus memperkuat keberadaan koperasi. Koperasi itu sebenarnya adalah model perekonomian yang paling tepat untuk Indonesia. Namun, harus diakui semangat masyarakat terhadap koperasi saat ini terasa berkurang,” ujar Anggia.
Menurutnya, Indonesia justru memiliki modal sejarah dan pengalaman yang kuat dalam dunia koperasi. Di sisi lain, sejumlah negara mampu menjadikan koperasi sebagai bagian penting dalam penguatan ekonomi masyarakat melalui tata kelola yang dilakukan secara serius dan profesional.
Karena itu, Anggia menilai penguatan koperasi tidak cukup hanya dilakukan melalui pembentukan lembaga atau penambahan jumlah koperasi. Yang jauh lebih penting adalah memastikan koperasi memiliki aktivitas ekonomi yang nyata dan memberikan manfaat langsung bagi anggotanya.
“Penekanan terpenting saat ini adalah bagaimana mendorong masyarakat masuk ke dalam suatu ekosistem koperasi yang aktif. Koperasi harus dikelola secara profesional agar manfaat ekonominya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat luas,” tegasnya.
Ia berharap pemerintah bersama seluruh pemangku kepentingan dapat kembali menghidupkan gerakan koperasi dari tingkat masyarakat.
Dengan ekosistem yang kuat dan tata kelola profesional, koperasi diharapkan tidak sekadar menjadi nama atau organisasi formal, tetapi benar-benar menjadi mesin ekonomi yang mampu memperkuat kesejahteraan masyarakat.
Koperasi, kata Anggia, memiliki sejarah panjang di Indonesia. Tantangannya kini adalah bagaimana mengembalikan koperasi menjadi gerakan ekonomi yang benar-benar hidup di tengah masyarakat. (ang)







