Transformasi Pasar Ikan Hias Gumul: Dari Sekadar Sentra Menjadi Magnet Ekonomi Baru di Kediri

Kediri, WartaJenggolo.com – Pasar Ikan Hias Gumul kini bukan lagi sekadar tempat transaksi jual-beli biasa. Melalui perhelatan Kediri Aquatic ke-4, lokasi ini bertransformasi menjadi pusat perputaran ekonomi kreatif yang mengintegrasikan sektor hobi, edukasi, hingga pemberdayaan UMKM lokal secara masif.
Perubahan lokasi acara yang sebelumnya rutin digelar di gedung pertemuan (convention hall) kini langsung menyentuh “jantung” para pembudidaya. Langkah ini diambil Dinas Perikanan Kabupaten Kediri untuk memastikan dampak ekonomi terasa langsung oleh para pelaku usaha di pasar tersebut.
Menggerakkan Roda Ekonomi Pembudidaya Lokal
Kepala Bidang Usaha Perikanan Dinas Perikanan Kabupaten Kediri, drh. Enisa Novia Amalia, menegaskan bahwa fokus utama tahun ini adalah mengenalkan potensi pasar kepada khalayak yang lebih luas.
”Kami ingin mendatangkan income nyata bagi pembudidaya di Pasar Ikan Hias Gumul. Dengan membawa ratusan anak-anak beserta orang tua mereka ke sini, kita sedang membangun kesadaran masyarakat bahwa Kediri punya sentra ikan hias yang luar biasa,” ungkap drh. Enisa.
Langkah ini terbukti efektif. Dengan ribuan pengunjung yang hadir selama dua hari, para pedagang ikan hias—mulai dari jenis Molly, Cupang, hingga Koi—mendapatkan eksposur langsung yang meningkatkan volume penjualan mereka.
Komunitas Molly: Potensi Ekspor dari Kediri
Salah satu penggerak ekonomi baru yang sedang digenjot adalah komoditas Ikan Molly. Pasca terbentuknya asosiasi Molly Club, pemerintah daerah terus memicu kreativitas peternak untuk meningkatkan kualitas ikan mereka agar memiliki daya saing tinggi.
- Daya Tarik Kontes: Kontes Molly dan Cupang tingkat regional ini menjadi ajang pembuktian kualitas bagi peternak dari Ngadiluwih, Plosoklaten, hingga wilayah luar kota.
- Peningkatan Nilai Jual: Ikan yang memenangkan kontes otomatis memiliki nilai ekonomi yang jauh lebih tinggi, yang pada gilirannya mengangkat kesejahteraan para pembudidaya lokal.
Sinergi UMKM dan Edukasi Lingkungan
Selain sektor perikanan, Kediri Aquatic ke-4 juga menjadi panggung bagi UMKM produk olahan dan kerajinan lainnya. Transformasi ekonomi ini pun diimbangi dengan tanggung jawab lingkungan melalui aksi restocking 30.000 ekor ikan tawes di perairan Simpang Lima Gumul.
”Kita tidak hanya bicara soal bisnis hari ini, tapi juga keberlanjutan ekosistem ikan lokal untuk masa depan,” tambah drh. Enisa.
Acara yang bertepatan dengan Hari Jadi Kabupaten Kediri ke-1222 ini menjadi bukti bahwa integrasi antara hobi, komunitas, dan dukungan pemerintah mampu menciptakan ekosistem ekonomi yang tangguh di tingkat akar rumput. (ang)







