Berita

Cabai Rawit Kediri Meledak! Tembus Rp75 Ribu, Emak-emak Mulai Kurangi Belanja

Kediri, WartaJenggolo.com — Harga cabai rawit di Kota Kediri makin bikin kantong konsumen panas. Dalam sepekan terakhir, harganya meroket dari Rp60.000 menjadi Rp75.000 per kilogram. Kemarau panjang disebut menjadi pemicu pasokan cabai dari petani menipis.

Kenaikan harga tersebut terasa di sejumlah pasar tradisional, termasuk Pasar Pahing Kota Kediri. Pedagang menyebut harga cabai rawit terus merangkak naik seiring berkurangnya pasokan dan menurunnya kualitas hasil panen.

Pedagang cabai di Pasar Pahing, Andik, mengatakan kenaikan harga terjadi secara bertahap.

“Sebelumnya harga Rp60 ribu, lalu naik secara berkala sampai sekarang menyentuh Rp75 ribu per kilo. Ini imbas kemarau panjang, kualitas panen dari petani berkurang drastis sehingga stok di pasar menipis,” ujarnya, Rabu (30/9/2026).

Meski harga sudah menembus Rp75.000 per kilogram, pembeli masih tetap berdatangan. Namun, jumlah pembelian mulai disesuaikan dengan kebutuhan.

“Pembeli tetap ada, sehari masih bisa jual sekitar tiga kiloan cabai rawit,” kata Andik.

Harga Naik, Belanja Cabai Dipangkas

Kondisi berbeda dirasakan konsumen. Harga yang semakin tinggi membuat sebagian pembeli memilih mengurangi jumlah cabai yang dibeli.

Nur Khasanah, warga Jamsaren, mengaku kini harus mengerem belanja cabai untuk kebutuhan dapur.

“Harganya mahal sekali sekarang. Biasanya beli setengah kilo atau semangkuk penuh, ini terpaksa dikurangi, beli secukupnya saja buat masak harian. Harapannya harga cepat turun normal lagi,” keluhnya.

Bukan hanya cabai rawit, harga sejumlah sayuran di Pasar Pahing juga masih bertahan cukup tinggi. Timun dan tomat, misalnya, masih berada di kisaran Rp12.000 per kilogram.

Jika pasokan dari petani belum kembali normal, pedagang memperkirakan pergerakan harga komoditas pangan masih akan menjadi perhatian konsumen dalam beberapa waktu ke depan.(ang) 

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button