BeritaNasional

Mas Dhito Kerahkan Semua Elemen Jadi Agen Perlinsos, Target 122 Ribu KPM di Kediri Tuntas Digitalisasi Akhir 2026

Gandeng TNI-Polri Hingga RT/RW, Pemkab Kediri Percepat Aktivasi IKD Lewat 28 Titik Layanan dan Jemput Bola ke Desa-Desa

Kediri, WartaJwnggolo.com – Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana mendorong percepatan digitalisasi data perlindungan sosial (Perlinsos) dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat lintas latar belakang sebagai agen.

Melalui Gerakan Nasional Peduli Tetangga, masyarakat yang telah melakukan aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) dapat mendaftar menjadi agen Perlinsos untuk memastikan penyaluran bantuan sosial (bansos) tepat sasaran.

“Saya rasa gerakan peduli tetangga ini sangat baik, karena tetangga ini bisa tahu kondisi warga layak menerima bansos atau tidak,” kata Mas Dhito, sapaan akrabnya, Senin (12/10).

Mas Dhito menegaskan, digitalisasi Perlinsos membuka peluang bagi warga miskin yang selama ini belum terdata sebagai penerima untuk diusulkan oleh agen. Karena itu, ia memerintahkan jajarannya mempercepat aktivasi IKD, terutama bagi calon agen.

Plt Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Kediri, Wirawan, mengatakan pihaknya mengoptimalkan 28 titik pelayanan kependudukan untuk aktivasi IKD. Selain layanan statis, Dukcapil juga melakukan jemput bola ke desa-desa.

Pada September 2026, jemput bola dilakukan di 20 desa di Kecamatan Mojo dan berhasil melayani lebih dari 4.000 warga aktivasi IKD. Pada Oktober ini, kegiatan serupa dilanjutkan di Kecamatan Ngancar, Kayen Kidul, dan Wates.

“Dalam rangka mendukung program Perlinsos ini kita juga turun ke desa-desa melakukan percepatan aktivasi IKD,” ungkapnya.

Dukcapil juga berkolaborasi lintas instansi. Pada 2 dan 5 Oktober 2026 lalu, Dukcapil bersama Dinas Sosial dan Polres Kediri melakukan pelayanan aktivasi IKD dan pendaftaran agen Perlinsos bagi 388 anggota Polres Kediri.

Terpisah, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Kediri, Subur Widono, menyebut digitalisasi Perlinsos memberi ruang partisipasi publik yang lebih luas untuk mengusulkan warga yang benar-benar membutuhkan.

Menurutnya, agen Perlinsos bisa berasal dari unsur TNI, POLRI, ASN, pemerintah desa melalui RT/RW, hingga masyarakat umum.

Dari kebutuhan 3.725 agen Perlinsos di Kabupaten Kediri, saat ini sudah terdaftar sebanyak 3.637 orang.

“Sasaran agen Perlinsos ini selain melakukan digitalisasi data Perlinsos bagi KPM bansos, tetapi juga mereka kelompok rentan maupun warga yang dirasa memang memerlukan bansos,” beber Subur.

Subur memaparkan, dari total 615.926 Kepala Keluarga (KK) di Kabupaten Kediri, sebanyak 122.393 KK tercatat sebagai Keluarga Penerima Manfaat (KPM) bansos Program Keluarga Harapan (PKH) maupun Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT). Dari jumlah tersebut, yang telah terekam dalam data Perlinsos baru 20.538 KK.

“Target kita akhir tahun ini setidaknya 122.393 KK yang sebelumnya telah tercatat sebagai KPM bansos bisa selesai dilakukan digitalisasi data Perlinsos,” pungkasnya. (ang) 

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button