
Peringati Hari Pelajar Sedunia, Program Masa Besar Jadi Ajang Belajar Kuliner dan Berbagi
Kediri, WartaJenggolo.com — Ribuan siswa bakal merasakan pengalaman berbeda dalam dunia kuliner. Indonesia Chef Association (ICA) Kediri Raya menyiapkan program unggulan “Masa Besar” (Makan Sembari Beramal Bersama) dengan melibatkan sekitar 2.000 siswa SMKN Kertanegara, Kabupaten Kediri.
Bukan sekadar kegiatan memasak massal, program ini dirancang menjadi ruang belajar nyata bagi generasi muda untuk mengenal industri kuliner profesional, mulai dari persiapan bahan baku, proses memasak dalam jumlah besar, penyajian, hingga pengemasan dan distribusi makanan.
Agenda yang dijadwalkan pada 15 Oktober 2026 ini sekaligus menjadi langkah ICA Kediri Raya memperluas kolaborasi dengan dunia pendidikan. Tahun ini, kegiatan dipusatkan di SMKN Kertanegara dengan konsep yang lebih menitikberatkan pada edukasi, praktik langsung, dan aksi berbagi.
Berbeda dengan tahun sebelumnya yang dikemas melalui kompetisi bertajuk Dandang Emas, kali ini ICA memilih pendekatan yang lebih aplikatif. Para siswa tidak hanya menyaksikan keterampilan para chef, tetapi juga terlibat langsung dalam proses pengolahan makanan.
Libatkan 2.000 Siswa, Masak Ribuan Porsi
Sekitar 2.000 siswa, terutama dari kelas X dan XI, akan dilibatkan dalam kegiatan tersebut. Peserta juga mencakup siswa yang mengikuti kegiatan ekstrakurikuler kuliner serta program Lintas Jurusan atau Linjur, termasuk bidang boga.
Keterlibatan ini diharapkan menjadi kesempatan bagi siswa untuk mengasah keterampilan sekaligus memahami bagaimana sebuah dapur profesional bekerja ketika harus melayani kebutuhan dalam skala besar.
Sebanyak kurang lebih 2.000 porsi makanan ditargetkan disiapkan secara segar melalui kolaborasi para siswa dan anggota ICA Kediri Raya.
Proses pengolahan bahkan direncanakan dimulai sejak malam sebelum acara puncak. Dengan begitu, para siswa dapat memperoleh gambaran langsung mengenai tahapan kerja, pembagian tugas, pengaturan waktu, hingga pentingnya menjaga kualitas makanan dalam jumlah besar.
Sebagian makanan juga akan disiapkan dalam bentuk bingkisan untuk dibagikan ke sekolah-sekolah. Semangat berbagi inilah yang menjadi ruh dari program Masa Besar.
Gotong Royong Chef, Hotel, Restoran hingga Supplier
Program ini tidak berdiri sendiri. Seluruh kebutuhan perlengkapan dan bahan baku makanan disiapkan melalui dukungan serta gotong royong anggota ICA Kediri Raya.
Anggotanya berasal dari berbagai sektor industri kuliner, mulai dari pemilik usaha katering, hotel, restoran, hingga pemasok bahan makanan.
Dukungan tersebut mencakup kebutuhan bahan pokok seperti beras dan buah nanas yang disuplai anggota ICA dari sektor terkait, termasuk pengusaha beras lokal.
Kolaborasi lintas sektor ini menunjukkan bahwa dunia usaha dapat mengambil peran langsung dalam mendukung pendidikan vokasi. Siswa memperoleh pengalaman praktik, sementara pelaku industri turut berbagi pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan di dunia kerja.
Kuliner Berpadu dengan Seni dan Kreativitas Siswa
Tak hanya berkutat di dapur, kegiatan Masa Besar juga akan diramaikan dengan penampilan seni dari para siswa.
Pada pagi hari, sekitar pukul 07.00 hingga 08.00 WIB, rangkaian acara direncanakan diisi pertunjukan tari tradisional serta penampilan grup band sekolah.
Perpaduan kegiatan kuliner dan seni tersebut menjadi ruang bagi siswa untuk menunjukkan kreativitas, membangun kepercayaan diri, sekaligus memperkuat kebersamaan dalam kegiatan sekolah.
Jadwal pelaksanaan yang biasanya dikaitkan dengan momentum Hari Sumpah Pemuda pada 28 Oktober dimajukan menjadi 15 Oktober. Penyesuaian ini dilakukan agar kegiatan tidak berbenturan dengan jadwal tes akademik maupun ujian sekolah.
Menyiapkan Generasi Muda Siap Terjun ke Industri Kuliner
Melalui Masa Besar, ICA Kediri Raya ingin menghadirkan pembelajaran yang tidak berhenti pada teori di ruang kelas.
Pengalaman memasak ribuan porsi memberi kesempatan kepada siswa untuk memahami bahwa industri kuliner tidak hanya membutuhkan kemampuan meracik rasa. Ketepatan waktu, kerja sama tim, kebersihan, konsistensi kualitas, penyajian, serta pengiriman makanan juga menjadi bagian penting yang harus dikuasai.
Program ini sekaligus menjadi jembatan antara pendidikan dan kebutuhan industri. Siswa yang memiliki minat di bidang boga bisa memperoleh gambaran lebih konkret tentang tantangan dan peluang profesi di sektor kuliner.
Dengan target sekitar 2.000 porsi dan keterlibatan ribuan siswa, Masa Besar diharapkan menjadi lebih dari sekadar agenda tahunan. Program ini menjadi wujud kolaborasi dunia pendidikan dan industri untuk membekali generasi muda dengan keterampilan, pengalaman, serta semangat berbagi kepada sesama. (ang)







