Berita

Kereta Api Brantas Temper Pejalan Kaki di Kras Kediri, Lansia 66 Tahun Meninggal Dunia

​Tragedi di Perlintasan Tanpa Palang Pintu Desa Purwodadi

​Kediri, WartaJenggolo.com – Nasib naas menimpa seorang lansia perempuan berinisial SU (66). Warga Desa Purwodadi, Kecamatan Kras, Kabupaten Kediri ini dilaporkan meninggal dunia setelah tertemper Kereta Api (KA) Brantas relasi Jakarta–Blitar pada Selasa (20/10/2026) dini hari.

​Insiden maut tersebut terjadi sekitar pukul 02.15 WIB di petak jalan Kras–Ngujang, tepatnya di jalur perlintasan sebidang JPL 265 tanpa palang pintu.

​Kapolsek Kras, AKP Agus Salim, membenarkan peristiwa kecelakaan lalu lintas kereta api tersebut setelah mendapat laporan dari warga setempat.

​”Berdasarkan laporan kejadian, korban diketahui merupakan warga Desa Purwodadi, Kecamatan Kras, Kabupaten Kediri,” ujar Agus saat memberikan konfirmasi pada Selasa (20/10/2026) pagi.

​Kronologi Kejadian di Perlintasan Tanpa Palang

​Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) awal, peristiwa bermula ketika korban sedang berjalan kaki sendirian dari arah barat menuju ke timur menyeberangi perlintasan kereta api.

​Di saat yang bersamaan, melintas KA Brantas yang melaju cepat dari arah Jakarta menuju Blitar. Karena jarak yang sudah terlalu dekat, benturan tidak dapat terhindarkan.

​”Korban kemudian tertemper kereta api tersebut,” jelas Agus.

​Perlintasan sebidang lokasi kejadian berada di kawasan permukiman warga Desa Purwodadi dan tidak dilengkapi dengan pintu perlintasan otomatis maupun penjaga, sehingga menuntut kewaspadaan ekstra dari setiap pengguna jalan.

​Barang Bukti dan Imbauan Keselamatan

​Guna kepentingan proses penanganan lebih lanjut, kepolisian telah memeriksa dua orang warga setempat sebagai saksi mata. Petugas juga mengamankan sejumlah barang bukti dari lokasi kejadian, di antaranya pakaian dan sepasang sandal jepit milik korban.

​Saat ini, penanganan perkara kecelakaan tersebut telah dilimpahkan ke Unit Laka Satlantas Polres Kediri.

​Atas insiden memilukan ini, kepolisian kembali mewanti-wanti masyarakat agar senantiasa berhati-hati saat hendak menyeberang rel kereta api, terutama pada perlintasan tanpa palang pintu.

​”Kereta api membutuhkan jarak pengereman yang sangat panjang, sehingga masinis tidak bisa menghentikan laju kereta secara mendadak. Pengguna jalan maupun pejalan kaki kami imbau untuk selalu berhenti sejenak, tengok kanan-kiri, dan memastikan kondisi benar-benar aman sebelum menyeberang,” tegas Agus. (ang)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button