BeritaNasional

Volume Penumpang KAI Daop 7 Madiun Melonjak 12% di Awal 2026, Fasilitas Digital Jadi Kunci

Madiun, WartaJenggolo.com – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 7 Madiun mencatatkan performa gemilang pada awal tahun 2026. Berdasarkan data terbaru, jumlah pelanggan kereta api di wilayah Daop 7 mengalami kenaikan signifikan sebesar 12% dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya.

​Kepercayaan masyarakat terhadap transportasi berbasis rel ini terus menguat, menjadikannya pilihan utama untuk mobilitas antar kota yang aman dan efisien.

​Tren Positif: Tembus 3 Juta Pelanggan dalam Tiga Bulan

​Selama periode Triwulan I (1 Januari hingga 31 Maret 2026), total volume pelanggan di wilayah Daop 7 Madiun mencapai 3.017.881 pelanggan. Angka ini menunjukkan pertumbuhan yang sehat jika dibandingkan dengan periode Triwulan I tahun 2025 yang tercatat sebanyak 2.694.034 orang.

​Secara rinci, total volume tersebut terdiri dari:

  • Pelanggan Berangkat (Naik): 1.517.883 orang.
  • Pelanggan Datang (Turun): 1.499.998 orang.

​”Terjadi peningkatan volume sebanyak 323.847 pelanggan atau meningkat 12% dibandingkan periode tahun lalu,” ujar Manager Humas KAI Daop 7 Madiun, Tohari, dalam keterangan tertulisnya.

​Alasan Masyarakat Pilih Kereta Api: Aman dan Tepat Waktu

​Menurut Tohari, lonjakan penumpang ini bukan tanpa alasan. Faktor keselamatan, keamanan, dan ketepatan waktu perjalanan yang konsisten menjadi magnet utama bagi para pelaju.

​“Peningkatan kinerja ini sangat menggembirakan. Hal ini menunjukkan moda transportasi KA tetap menjadi pilihan utama masyarakat karena faktor keandalannya yang terus terjaga,” imbuh Tohari.

​Modernisasi Stasiun dan Inovasi Layanan Berbasis Digital

​KAI Daop 7 Madiun terus berinovasi untuk memenuhi kebutuhan pelanggan yang kian dinamis. Salah satu terobosan besar adalah penerapan fasilitas Face Recognition Boarding Gate di Stasiun Madiun. Teknologi ini memungkinkan proses masuk ke peron menjadi lebih cepat dan praktis tanpa perlu menunjukkan dokumen fisik atau kartu identitas.

​Selain digitalisasi, penataan fisik stasiun juga menjadi prioritas. Beberapa langkah yang telah dan sedang dilakukan antara lain:

  1. Pembangunan Peron Tinggi & Overcapping: Telah selesai dilakukan di Stasiun Blitar dan Stasiun Kediri untuk kenyamanan naik-turun penumpang.
  2. Penataan Area Stasiun: Saat ini Stasiun Madiun tengah dalam proses revitalisasi guna memberikan ruang publik yang lebih nyaman.
  3. Dukungan Keberlanjutan (Eco-Friendly): Penyediaan fasilitas water station gratis bagi pelanggan guna menekan penggunaan botol plastik sekali pakai.

​Komitmen Menuju Service Excellent

​Investasi pada infrastruktur dan teknologi ini merupakan wujud nyata komitmen KAI untuk menghadirkan layanan prima (service excellent). Dengan fasilitas Standar Pelayanan Minimum (SPM) yang terus ditingkatkan, Daop 7 optimis minat masyarakat terhadap transportasi massal akan terus bertumbuh.

​“Kami ingin memberikan nilai tambah bagi masyarakat. KAI Daop 7 akan terus menghadirkan transportasi yang tidak hanya aman dan nyaman, tapi juga modern dan tepat waktu,” pungkas Tohari. (das)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button