
Blitar, WartaJenggolo.com — Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyiapkan sistem baru untuk menjaga ketersediaan jagung pakan dan mengendalikan harga. Pemerintah mengintegrasikan petani jagung, peternak, koperasi, dan Bulog dalam satu ekosistem dari hulu hingga hilir.
Melalui skema ini, surplus panen jagung akan dibeli Bulog dan disimpan dengan sistem resi gudang. Stok tersebut lalu disalurkan ke peternak saat musim paceklik pada September hingga November. Koperasi diperkuat sebagai penghubung rantai pasok agar pasar petani pasti dan pasokan pakan peternak terjamin.
”Ini solusi permanen. Kita bangun ekosistem peternak dari hulu sampai hilir,” kata Amran saat kunjungan kerja di Blitar, Jawa Timur, Kamis (5/11).
Untuk mempercepat program, Kementan mengalihkan anggaran sekitar Rp3,7 triliun dari belanja non-prioritas—seperti seminar hotel, perjalanan dinas, dan operasional kantor—langsung untuk petani jagung dan peternak.
Intervensi ini dinilai nyata oleh Ketua Koperasi Anjuk Ladang Makmur Nganjuk, Zainuddin. Pasokan jagung SPHP seharga Rp5.500 per kg sangat membantu peternak di tengah melonjaknya harga pasar bebas yang menembus Rp7.800 per kg.
Amran juga menyoroti ketimpangan harga telur yang anjlok di tingkat peternak namun mahal di konsumen. Ia menegaskan harga di peternak tidak boleh di bawah Rp24.000 per kg dan siap menggandeng aparat hukum untuk menindak permainan tata niaga. (ang)







