
Kediri, WartaJenggolo.com — Di tengah tantangan ekonomi modern, langkah inovatif ditunjukkan oleh jajaran kepolisian di Kota Kediri. Melalui program bertajuk “Poliran” (Polisi Peduli Pengangguran), Polres Kediri Kota bersama Polsek Mojoroto turun tangan langsung menggerakkan potensi lokal demi membuka peluang kerja bagi masyarakat.
Kali ini, pusat perhatian tertuju pada Kantor Tenun Ikat Kodok Ngorek 2, sebuah sentra warisan budaya tak benda yang berlokasi di Jalan KH Agus Salim Gang 7, Kelurahan Bandar Kidul, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri, Kamis (5/11/2026).
Kegiatan yang dimulai pukul 08.00 WIB ini bukan sekadar kunjungan kerja biasa. Kehadiran para perwira tinggi kepolisian menjadi wujud nyata sinergi antara aparat penegak hukum, pelaku industri kreatif, dan warga lokal dalam menekan angka pengangguran berbasis kearifan lokal.
Menilik Dapur Produksi Tenun Legendaris
Rombongan jajaran kepolisian yang dipimpin langsung oleh Kabag Ops Polres Kediri Kota Kompol Iwan Setyo Budhi, S.H., bersama Kapolsek Mojoroto Kompol H. Rudi Purwanto, S.H., dan Kasat Intelkam AKP Laksono Setiawan, S.H., M.H., tiba di lokasi dengan disambut hangat oleh pemilik usaha, Sholehudin dan Eko Harianto.
Tanpa buang waktu, rombongan langsung diajak meninjau langsung dapur produksi kain tenun ikat tradisional yang menjadi ikon kebanggaan Kota Kediri tersebut. Di hadapan para pejabat kepolisian, Sholehudin memaparkan secara rinci proses panjang pembuatan kain tenun—mulai dari benang pintal hingga menjadi selembar kain bermotif khas dengan nilai estetik tinggi.
“Tenun Ikat Kodok Ngorek 2 ini sudah berdiri sejak tahun 1970, dirintis oleh almarhum Bapak M. Ghufron, dan kini kami teruskan sebagai generasi kedua,” ungkap Sholehudin di sela-sela peninjauan.
Saat ini, usaha turun-temurun tersebut mempekerjakan setidaknya 25 orang karyawan lokal. Melalui kolaborasi lewat program Poliran, kepolisian berharap sektor industri padat karya seperti sentra tenun ikat ini bisa semakin berkembang, menyerap lebih banyak tenaga kerja, dan memberikan solusi konkret bagi warga yang belum memiliki pekerjaan tetap.
Sinergi Polisi dan Masyarakat Lewat Semangat “SEKARTAJI”
Rangkaian kegiatan peninjauan yang berlangsung hangat ini ditutup dengan sesi ramah tamah dan foto bersama pada pukul 08.30 WIB. Seluruh rangkaian agenda terpantau berjalan lancar, aman, dan kondusif hingga berakhir pada pukul 08.45 WIB.
Melalui aksi simpatik ini, Polres Kediri Kota yang mengusung semangat “SEKARTAJI” (Selaras – Karomah – Tangguh – Terpuji) kembali membuktikan bahwa peran polisi masa kini tidak hanya sebatas menjaga keamanan ketertiban masyarakat (kamtibmas), tetapi juga hadir sebagai penggerak kesejahteraan sosial ekonomi warga.







