BeritaNasional

BI Kediri Dorong Pelaku Usaha Beralih ke Mode Terobosan Hadapi Gejolak Ekonomi Global

Deputi Kepala Perwakilan BI Kediri Deasi Surya Andarina: Tidak Bisa Lagi Business As Usual, Saatnya Lirik E-commerce dan Ekspor

Karanganyar, ArahJatim.com – Dinamika dan ketidakpastian ekonomi global menuntut pelaku usaha untuk beradaptasi secara cepat. Pesan itu ditekankan Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kediri, Deasi Surya Andarina, dalam acara Capacity Building Media yang digelar di Balai Branti, Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, Jumat (6/11/2026).

Deasi menegaskan, dunia usaha tidak bisa lagi berjalan dengan pola lama di tengah gejolak yang masih berlangsung.

Rupiah Sempat di Rp18.745 per Dolar, BI Rate Dinaikkan Jadi 5,75 Persen

Dalam pemaparannya, Deasi mengulas masa sulit ketika tekanan global menghantam nilai tukar rupiah. Pada titik terendah, kurs rupiah sempat menyentuh level sekitar Rp18.745 per dolar Amerika Serikat.

Untuk meredam tekanan tersebut, Bank Indonesia mengambil langkah tegas dengan mengoptimalkan instrumen kebijakan moneter. Salah satunya dengan menaikkan BI Rate dari 4,75 persen menjadi 5,75 persen.

“Langkah penyesuaian suku bunga ini memang membawa efek domino terhadap kenaikan suku bunga perbankan nasional. Tapi ini instrumen penting untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah ketidakpastian global,” jelas Deasi.

Tinggalkan Mode Bertahan, Saatnya Mode Terobosan

Memasuki tahun-tahun penuh tantangan, termasuk ancaman fenomena El Nino yang berpotensi mengganggu sektor pangan domestik, Deasi meminta pelaku usaha mengubah mindset.

Menurutnya, pelaku usaha tidak cukup hanya bertahan hidup. Harus berani mencari terobosan.

“Kita tidak bisa lagi business as usual. Dari mode bertahan, kita harus berubah menjadi mode mencari terobosan dan inovatif. Pelaku usaha perlu melirik pasar e-commerce serta memperluas potensi ekspor,” ujar Deasi di hadapan peserta media.

Ia menilai, digitalisasi dan perluasan pasar ekspor menjadi kunci agar UMKM dan pelaku usaha daerah tetap kompetitif dan tidak tergilas arus perlambatan ekonomi global.

Tiga Kunci Jaga Optimisme Ekonomi Nasional

Sebagai antisipasi menghadapi ketidakpastian global dan domestik, Bank Indonesia menekankan tiga langkah strategis yang harus dijaga bersama:

1. Inovasi dan Terobosan Bisnis

Pelaku usaha dituntut menciptakan nilai tambah baru, tidak hanya mengandalkan produk lama. Perluasan jangkauan pasar menjadi syarat mutlak menjaga kelangsungan bisnis.

2. Alih Konsumsi ke Produk Lokal

Mengurangi ketergantungan pada produk impor dengan beralih ke produk dalam negeri. Langkah ini dinilai mampu memperkuat struktur ekonomi nasional dan menjaga devisa.

3. Menyebar Optimisme

Memelihara semangat positif di lingkungan sekitar. Caranya dengan mendukung produk UMKM lokal dan aktif menggerakkan roda ekonomi kerakyatan di daerah masing-masing.

Acara Capacity Building Media ini diharapkan menjadi jembatan informasi antara Bank Indonesia dengan media, agar kebijakan moneter dan pesan optimisme ekonomi tersampaikan utuh kepada publik. (ang) 

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button