Berita

​Usai Bikin Ulah Malam Hari, Puluhan Pelajar Supporter di Kediri Menangis dan Sungkem di Kaki Orang Tua

Terjaring Patroli Polres Kediri Usai Laga Persik vs Arema FC, Para Pelajar Mendapat Pembinaan Khusus dan Wajib Lapor Berkelanjutan

Kediri, WartaJenggolo.com — Suasana haru menyelimuti halaman Polres Kediri pada Senin (21/9/2026). Puluhan remaja yang sebelumnya gagah-gagahan berteriak di jalanan usai laga Derby Jawa Timur antara Arema FC melawan Persik Kediri, kini tak berdaya. Di hadapan kepolisian dan orang tua masing-masing, mereka menunduk dalam, bersungkem, dan meneteskan air mata memohon ampunan.

​Momen hangat sekaligus menyentuh ini menjadi penutup dari aksi nekat sekitar 50 pelajar tingkat SMP hingga SMA/SMK. Mereka sebelumnya diamankan jajaran Polres Kediri di Jalan Raya Pare-Kandangan, Desa Keling, Kecamatan Kepung, pada Sabtu (19/9/2026) dini hari WIB.

Bikin Ulah dan Terpengaruh Miras

​Pencegahan aksi unjuk ego ini bermula saat rombongan pelajar tersebut bergerak menuju wilayah perbatasan Kandangan–Kasembon Malang usai menyaksikan laga Persik Kediri yang menahan imbang Arema FC 1-1 di Stadion Kanjuruhan, Jumat (18/9/2026) sore.

​Bukannya pulang ke rumah dengan tertib, rombongan ini justru berkonvoi, berteriak-teriak, hingga mengganggu kenyamanan warga setempat. Bahkan, beberapa di antaranya kedapatan mengonsumsi minuman keras (miras). Warga yang resah bersama petugas kepolisian bergerak cepat menghentikan rombongan agar situasi tidak berujung pada bentrokan atau gangguan keamanan yang lebih besar.

Pendekatan Humanis: Sungkem dan Penilangan

​Kapolres Kediri AKBP Muhammad Wahyudin Latif melalui Wakapolres Kompol Hari Kurniawan menegaskan, langkah yang diambil pihak kepolisian berfokus pada edukasi dan pendekatan edukatif, bukan sekadar penindakan hukum secara kaku.

​”Anak-anak kita berikan pembinaan bersama orang tua. Mereka juga meminta maaf kepada orang tua dan melakukan sungkem,” tutur Kompol Hari Kurniawan saat dikonfirmasi, Senin (21/9/2026).

​Meski mengedepankan sisi humanis melalui prosesi sungkeman dan pengarahan dari Unit PPA Satreskrim, Satlantas, hingga Satbinmas, ketegasan aturan tetap berjalan. Pelajar yang terbukti melanggar tata tertib berlalu lintas tetap dijatuhi sanksi tilang.

Pembinaan Rutin Tiap Senin dan Kamis

​Polres Kediri tidak meloloskan mereka begitu saja setelah dipulangkan. Kepolisian merancang program pemantauan berkala guna memastikan para remaja ini tidak mengulangi perbuatannya.

​”Pembinaan akan dilaksanakan setiap hari Senin dan Kamis,” tegas Wakapolres Kediri.

​Melalui kejadian ini, Polres Kediri mengimbau seluruh orang tua agar lebih ketat mengawasi putra-putri mereka, terutama saat ada ajang olahraga besar. Mendukung tim kesayangan adalah hak setiap orang, tetapi menjaga keselamatan diri serta kenyamanan masyarakat umum tetap menjadi prioritas utama di atas segalanya. (ang)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button