Jembatan Lama Kediri Berulang Kali Terbakar, Pegiat Desak Pemkot Pasang CCTV dan Portal Malam

Kediri, WartaJenggolo.com — Kebakaran kembali melanda Jembatan Brantas Lama Kota Kediri, cagar budaya struktur berstatus nasional. Berulangnya insiden ini memicu keprihatinan mendalam dari pegiat sejarah dan budaya setempat yang menilai pengamanan lokasi masih sangat lemah.
Pegiat Budaya Kota Kediri, Imam Mubarok, mendesak pemerintah daerah segera mengambil langkah nyata sebelum situs bersejarah tersebut mengalami kerusakan permanen.
”Ini sudah kesekian ratus kali Jembatan Lama terbakar. Kami sudah meminta pengadaan CCTV yang merekam ke BPK Jatim dan Pemkot Kediri, tetapi hingga kini belum diakomodasi,” tegas Mubarok, Sabtu (7/11/2026).
Desak Jam Tutup Malam dan Patroli Rutin
Untuk jangka pendek (0–30 hari), Mubarok meminta Pemkot Kediri segera memasang CCTV aktif, menambah penerangan, serta menutup jembatan mulai pukul 18.00 hingga 05.00 WIB menggunakan portal fisik. Patroli rutin Satpol PP dan kepolisian juga dinilai krusial pada jam rawan.
Selain itu, penyediaan APAR di pintu masuk, pelatihan juru pelihara, serta pembasahan geladak dan pembersihan sampah kering di sela papan kayu perlu rutin dilakukan, terutama saat kemarau.
Pelapisan Anti-Api dan Penutup Celah Papan
Dari sisi teknis, Mubarok mendorong kajian bersama Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) dan Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Jawa Timur.
Ia mengusulkan pelapisan papan geladak dengan cairan penghambat api (fire retardant) tanpa merusak estetika asli, serta pemasangan pelat logam tipis atau kasa di bawah celah papan agar puntung rokok tidak menyangkut di bagian bawah jembatan.
Aturan Tanpa Rokok dan Sanksi Hukum Tegas
Mubarok juga mendorong penerbitan Peraturan Wali Kota (Perwali) untuk menetapkan Jembatan Lama sebagai Kawasan Tanpa Rokok (KTR). Penegakan hukum sesuai UU No. 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya harus diterapkan tegas agar memberi efek jera bagi pelaku pengrusakan.
Guna menghidupkan kawasan, ia mengusulkan aktivasi kegiatan budaya terjadwal pada siang hari, pembentukan relawan “Jaga Jembatan” dari warga lokal dan pemancing, serta pendataan insiden resmi bersama Damkar dan BPBD untuk pengajuan anggaran pemeliharaan. (ang)







