Berita

MEMORIAL PARK JADI SAKSI: Karang Taruna Kota Kediri Sukses Gelar Awarding Night Megah Tanpa APBD!

Kediri, WartaJenggolo.com — Kawasan Memorial Park Kota Kediri mendadak riuh dan hangat pada Sabtu malam (19/9/2026). Ratusan pemuda berkumpul dan melebur dalam panggung kreativitas lewat perhelatan Karang Taruna Award 2026 bertajuk “Laras Nusantara di Bumi Panjalu”.

​Pemilihan lokasi di jantung kota ini sukses menyedot perhatian masyarakat luas untuk menikmati sajian seni sekaligus ruang kreasi anak muda lokal.

Showcase Budaya dan Penggerak Ekonomi Local

​Acara ini bukan sekadar ajang kumpul biasa. Sebanyak 17 kelurahan mengirimkan perwakilan terbaiknya untuk menampilkan pertunjukan kreatif yang dirangkai ciamik dalam satu alur cerita—mulai dari sendratari, pembacaan puisi, narasi sejarah, hingga drama musikal.

​Tak hanya memanjakan mata dengan aksi panggung, gelaran ini juga menghidupkan roda ekonomi warga melalui deretan stan UMKM lokal dan coffee shop sekitar.

​Sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi pemuda di tingkat kelurahan, panitia menganugerahkan penghargaan untuk empat kategori utama:

  • Terbaik
  • Terkompak
  • Terinovasi
  • Teraktif

Murni Swadaya, Tanpa Sentuh APBD

​Satu hal yang paling mencuri perhatian adalah kemandirian di balik layar. Seluruh rangkain acara megah ini terwujud murni dari semangat keswadayaan muda-mudi tanpa mengandalkan dana APBD.

​”Alhamdulillah, acara ini murni swadaya dan dukungan para sponsor, tanpa APBD. Ini jadi pemantik bagi teman-teman pemuda agar jangan pernah takut berkarya dan berkreasi. Kalau kita beri karya terbaik, kesempatan pasti ada,” tegas Rendy Agung Santoso, Ketua Panitia sekaligus Ketua Karang Taruna Kecamatan Kota.

Banjir Apresiasi dari Dewan hingga Walikota

​Aksi mandiri ini memantik pujian hangat dari Anggota DPRD Kota Kediri, Katino, yang hadir langsung di lokasi. Ia menilai inisiatif mengangkat narasi sejarah Bumi Panjalu sangat krusial agar generasi muda tidak lepas dari akar budayanya. Katino juga mendorong agar Karang Taruna di kecamatan lain, seperti Pesantren dan Mojoroto, bisa meniru langkah mandiri ini.

​Walikota Kediri, Vinanda Prameswati, turut memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas kolaborasi dan aksi nyata anak muda—termasuk program inovatif pembuatan pojok baca di kafe-kafe untuk mendongkrak literasi warga.

​”Pemerintah daerah tidak bisa berjalan sendiri. Di tengah tantangan zaman, perubahan teknologi, dan dinamika sosial yang makin kompleks, kita butuh kolaborasi dari Karang Taruna,” tutur Vinanda.

​Ajang penghargaan ini diharapkan bukan sekadar penutup panggung manis, melainkan awal dari gerakan pemuda Kediri untuk terus menjadi agen perubahan yang adaptif dan berdampak nyata bagi masyarakat.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button