Berita

Milad BPD Kediri di SLG: Senam, Cek Kesehatan hingga 5.000 Porsi Pecel Tumpang Gratis

Kediri, Warta Jenggolo.com — Ribuan warga memadati kawasan Simpang Lima Gumul (SLG), tepatnya di depan Taman Hijau, Kabupaten Kediri, Minggu (20/9/2026). Sejak pagi, suasana kawasan tersebut berubah semarak saat masyarakat ikut meramaikan peringatan Milad ke-7 Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Kabupaten Kediri.

Kegiatan yang digelar DPC Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Nasional (ABPEDNAS) Kabupaten Kediri itu mengusung tema “Berbagi Bersama Untuk Sesama”.

Bukan sekadar seremoni, perayaan milad dikemas dengan berbagai kegiatan yang melibatkan masyarakat. Mulai dari senam Zumba bersama Srikandi BPD Kediri, pemeriksaan kesehatan gratis, pembagian doorprize, hingga pemberian penghargaan kepada BPD terbaik se-Kabupaten Kediri.

Namun, ada satu kegiatan yang paling mencuri perhatian warga: pembagian 5.000 porsi nasi pincuk pecel tumpang secara gratis.

Ribuan Warga Rela Antre Demi Pecel Tumpang

Begitu pembagian dimulai, antrean warga terlihat memanjang di sekitar lokasi. Masyarakat dari berbagai daerah datang untuk mendapatkan nasi pincuk berisi pecel tumpang, salah satu kuliner yang lekat dengan identitas Kabupaten Kediri.

Antrean tersebut justru menjadi bagian dari kemeriahan acara. Warga terlihat tetap antusias meski harus menunggu beberapa menit untuk mendapatkan sajian gratis tersebut.

Gunawan, warga asal Ngandat, mengaku sengaja datang lebih awal karena penasaran dengan rangkaian kegiatan Milad ke-7 BPD.

“Sangat senang sekali. Antusiasmenya luar biasa. Peminat nasi pecel tumpangnya banyak banget. Saya antre sekitar 10 sampai 15 menit, tapi tidak masalah karena memang ingin ikut meramaikan,” ujarnya.

Pecel Tumpang Jadi Cara Kenalkan Kuliner Khas Kediri

Ketua DPC ABPEDNAS sekaligus Ketua Forum Komunikasi (FK) BPD Kabupaten Kediri, Muh. Ali Sofyan, S.Sos., mengatakan peringatan milad menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi sekaligus menunjukkan keberadaan BPD di tengah masyarakat.

“Sebetulnya milad kita jatuh pada tanggal 17 September. Namun karena jatuh pada hari aktif kerja, perayaan kami alihkan ke hari Minggu tanggal 20 September ini,” kata Ali Sofyan di sela-sela kegiatan.

Menurut Ali, keberadaan BPD tidak hanya berkaitan dengan urusan pemerintahan desa. BPD juga perlu hadir melalui kegiatan yang memberikan manfaat dan membangun kedekatan dengan masyarakat.

Karena itu, pembagian ribuan porsi pecel tumpang sengaja dihadirkan sekaligus untuk mengenalkan kuliner khas Kabupaten Kediri kepada masyarakat.

“Nasi tumpang ini adalah kuliner khas Kabupaten Kediri yang Hak Kekayaan Intelektualnya (HAKI) sudah terdaftar atas nama Pemerintah Kabupaten Kediri. Kami bangga menjadi warga Kediri,” ujarnya.

Ali bahkan menyelipkan guyonan khas saat menjelaskan makna di balik sajian tersebut.

“Istilahnya, kalau sudah makan nasi tumpang, insyaallah semuanya jadi gampang,” selorohnya.

Dari Kuliner, BPD Bicara Peran dan Aspirasi Masyarakat

Di balik kemeriahan milad, ABPEDNAS juga membawa pesan mengenai penguatan peran BPD di tingkat desa.

Ali mengatakan BPD memiliki posisi strategis sebagai lembaga permusyawaratan desa. BPD harus mampu menampung aspirasi masyarakat sekaligus menjalankan fungsi pengawasan terhadap kinerja kepala desa melalui monitoring dan evaluasi secara objektif.

DPC ABPEDNAS Kabupaten Kediri juga mendorong adanya pembaruan regulasi teknis menyusul diterbitkannya UU Desa Nomor 3 Tahun 2024 dan PP Nomor 16 Tahun 2026.

“Kami sangat berharap Kementerian Dalam Negeri segera menerbitkan Permendagri baru sebagai pengganti Permendagri Nomor 110 Tahun 2016 tentang BPD,” tegas Ali.

Menurutnya, regulasi baru dibutuhkan untuk memperjelas tugas pokok dan fungsi BPD sekaligus memberikan kepastian mengenai kesejahteraan anggota BPD.

“Pembaruan regulasi ini penting untuk mempertegas tupoksi BPD sekaligus memperjelas jaminan kesejahteraan anggota BPD agar sejajar dengan unsur penyelenggara pemerintah desa lainnya,” imbuhnya.

Milad Jadi Ruang Memperkuat Kebersamaan

Rangkaian kegiatan Milad ke-7 BPD Kabupaten Kediri berlangsung meriah dan penuh keakraban. Masyarakat tidak hanya menikmati hiburan dan layanan sosial, tetapi juga ikut menjadi bagian dari perayaan organisasi BPD di Kabupaten Kediri.

Bagi ABPEDNAS, momentum tersebut menjadi lebih dari sekadar peringatan bertambahnya usia organisasi.

Perayaan ini sekaligus menjadi ruang untuk memperkuat silaturahmi, kebersamaan, dan soliditas BPD se-Kabupaten Kediri dalam menjalankan peran serta mengawal pembangunan desa.

Di tengah riuh warga yang menikmati nasi pincuk pecel tumpang, pesan yang dibawa pun sederhana: berbagi tidak harus mewah, tetapi harus bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. (ang)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button