700 Anak Padati SLG, Puncak Hari Anak Nasional Kediri 2026 Jadi Panggung Keberanian Anak

Bukan sekadar peserta, anak-anak di Kediri jadi MC, penyanyi hingga pemimpin doa. Wabup Dewi Mariya Ulfa tegaskan perlindungan anak tanggung jawab bersama dan singgung sanksi tegas bagi pelaku bullying.
Kediri, WartaJenggolo.com – Puncak peringatan Hari Anak Nasional (HAN) Kabupaten Kediri 2026 berlangsung meriah. Sebanyak 700 anak dari berbagai kecamatan memadati Convention Hall Simpang Lima Gumul (SLG), Selasa (3/11/2026) pagi.
Berbeda dari tahun sebelumnya, peringatan HAN kali ini memberi panggung penuh bagi anak. Mereka tidak hanya datang sebagai peserta, tapi terlibat langsung sebagai pengisi acara. Mulai dari pembawa acara (MC), pengisi lagu, hingga pemimpin doa, semua dilakukan oleh anak-anak.
Keterlibatan itu menjadi pesan utama panitia. Anak diberi ruang untuk menunjukkan kemampuan, keberanian, dan potensi diri dalam acara yang memang ditujukan untuk mereka.
Wakil Bupati Kediri Dewi Mariya Ulfa yang hadir mewakili Bupati Hanindhito Himawan Pramana menegaskan, peringatan HAN harus menjadi momentum memperkuat komitmen bersama dalam pemenuhan hak dan perlindungan anak.
“Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan. Tema ini mengingatkan kita bahwa anak adalah generasi penerus dan penentu masa depan bangsa,” ujar Mbak Dewi, sapaan akrabnya.
Menurutnya, menyayangi anak tidak cukup dengan ucapan. Harus diwujudkan dengan pemenuhan hak, pemberian kesempatan untuk berkembang, serta perlindungan dari kekerasan, diskriminasi, dan eksploitasi.
“Perlindungan anak adalah tanggung jawab bersama. Pemerintah, keluarga, satuan pendidikan, dan masyarakat harus bersinergi menciptakan lingkungan yang aman, sehat, ramah, dan menyenangkan bagi tumbuh kembang anak,” tegasnya.
Pemerintah Kabupaten Kediri, lanjut Mbak Dewi, berkomitmen memperkuat layanan pendukung pemenuhan hak anak. Mulai dari peningkatan layanan pendidikan dan kesehatan, penguatan pengasuhan keluarga, pencegahan kekerasan terhadap anak, hingga penyediaan layanan inklusif.
Perhatian khusus juga diberikan pada Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Mbak Dewi menilai masa usia dini adalah fondasi penting pembentukan karakter dan kepribadian. Karena itu peran Bunda PAUD, pendidik, dan orang tua sangat vital untuk menghadirkan layanan PAUD yang berkualitas, inklusif, dan menyenangkan.
Di hadapan ratusan anak, Mbak Dewi berpesan agar anak-anak Kediri terus belajar, berkarya, berani bermimpi, dan mengembangkan potensi. Ia juga mengingatkan agar anak selalu menghormati orang tua dan guru, menyayangi teman, menjaga kesehatan, dan peduli lingkungan.
“Kalian adalah harapan keluarga dan masa depan Kabupaten Kediri,” ucapnya.
Kepada orang tua, Mbak Dewi mengajak untuk mendampingi anak dengan kasih sayang, mau mendengarkan pendapat anak, dan menjadikan rumah sebagai tempat yang aman dan nyaman untuk tumbuh.
Ia juga menekankan, pemberdayaan anak tidak boleh mengarah pada eksploitasi yang justru merugikan tumbuh kembang mereka.
Sanksi Tegas untuk Pelaku Bullying
Isu perundungan atau bullying menjadi perhatian serius dalam puncak HAN 2026. Mbak Dewi menyebut Pemkab Kediri terus melakukan sosialisasi dan edukasi pencegahan bullying di lingkungan sekolah.
Ia menegaskan anak harus paham bahwa tindakan perundungan memiliki konsekuensi. Sesuai kebijakan Bupati Kediri, pelaku perundungan dapat dikenai sanksi tegas hingga dikeluarkan dari sekolah.
Langkah ini, kata Mbak Dewi, adalah bentuk keseriusan pemerintah daerah menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan bebas kekerasan.
“Kami berharap peringatan Hari Anak Nasional tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial tahunan. Momentum ini harus diwujudkan melalui tindakan nyata agar setiap anak memperoleh haknya, mendapatkan perlindungan, dan memiliki kesempatan yang sama untuk meraih masa depan yang lebih baik,” tandasnya.
Diketahui, 700 anak yang hadir di SLG merupakan perwakilan dari berbagai wilayah. Mereka adalah peserta dan para juara dari rangkaian seleksi dan perlombaan yang digelar Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri menjelang puncak HAN. (ang)







